KemenPU Sudah Turunkan 1.709 Alat Berat Percepat Penanganan Bencana di Sumatra
Pasardana.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengerahkan dukungan alat berat sebagai upaya penguatan penanganan bencana di wilayah Sumatra.
Saat ini, ada sebanyak 1.709 alat berat yang sudah dimobilisasi untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus memulihkan konektivitas di daerah terdampak.
Adapun jumlah tersebut bertambah setelah Kementerian PU memperoleh tambahan dukungan 39 unit alat berat dari BUMN Karya, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1).
Menteri Dody menegaskan, pihaknya terus bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya guna mendukung penanganan bencana, khususnya pada sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
Penambahan alat berat tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat, pembersihan material longsoran, pemulihan akses jalan, serta mendukung distribusi logistik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menyebut, di Provinsi Aceh, tambahan alat berat yang dikerahkan meliputi 13 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, serta 5 unit dump truck.
Alat-alat tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, Kementerian PU menambah 15 unit excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit bulldozer, serta 1 unit pickup.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan bencana di antaranya pada ruas Tarutung–Sibolga.
Sementara untuk di Provinsi Sumatera Barat, dilakukan penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Kementerian PU mengurangi enam unit excavator dan menambah satu unit mini excavator yang difokuskan untuk penanganan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Selain dukungan alat berat, ada juga dukungan infrastruktur darurat juga diperkuat melalui penambahan Jembatan Bailey.
Saat ini, total Jembatan Bailey yang disiagakan mencapai 16 unit.
Di Aceh, jumlah Jembatan Bailey meningkat dari 11 unit menjadi 14 unit dan disebar sesuai kebutuhan wilayah terdampak.
Di Sumatera Utara, tersedia dua unit Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Untuk wilayah Sumatera Barat, saat ini tidak terdapat Jembatan Bailey yang terpasang.
Seluruh jembatan darurat sebelumnya telah ditarik seiring dengan pulihnya akses dan konektivitas di sejumlah titik terdampak.

