See More

22 Mei 2026, 14:49

22 Mei 2026, 14:43

22 Mei 2026, 14:28

22 Mei 2026, 14:28

22 Mei 2026, 13:47

22 Mei 2026, 13:33
likuiditas perekonomian|penyaluran kredit|uang beredar dalam arti luas (M2)|office chief economist bank mandiri|kebijakan fiskal dan moneter
Oleh: Issa

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Likuiditas perekonomian yang tercermin dari uang beredar dalam arti luas (M2), masih akan terjaga dalam beberapa waktu ke depan.
Ini terkait dengan beberapa faktor.
Seperti tertuang dalam riset Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri, dikutip Selasa (27/1/2026).
Dalam riset itu disebutkan, penguatan likuiditas perekonomian akan didorong kombinasi kesinambungan stimulus fiskal, transmisi kebijakan moneter yang masih akomodatif.
Selain itu, juga adanya perbaikan bertahap permintaan kredit, yang akan menjadi faktor penopang utama.
Namun demikian, efektivitas likuiditas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada kualitas penyaluran kredit, stabilitas nilai tukar, serta pengelolaan ekspektasi inflasi.
Dalam konteks ini, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap menjadi kunci untuk memastikan likuiditas yang memadai dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan stabilitas makroekonomi.
Seperti diketahui, pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,3% yoy pada November 2025, dengan total posisi mencapai Rp10.133,1 triliun.
Akselerasi ini mencerminkan kondisi likuiditas yang semakin longgar.