See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
Bank Indonesia|indeks penjualan riil|PT Bank Mandiri (Persero) Tbk|Konsumsi Rumah Tangga|penjualan eceran|tim riset ekonomi bank mandiri|fenomena rojali dan rohana
Oleh: Issa

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Indeks Penjualan Riil (IPR) diprakirakan meningkat pada Juli 2025.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, IPR diperkirakan tumbuh 4,8% secara tahunan yoy mencapai level 222,5.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,3% yoy.
Faktor pendorongnya antara lain kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
Namun Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memperkirakan masih terdapat tantangan untuk penjualan eceran pada kuartal III-2025.
Menurut Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri, Rabu (13/8/2025), konsumsi rumah tangga di luar musim liburan diperkirakan masih lambat, ditambah jumlah hari libur yang relatif sedikit.
"Masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya," kata Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri.
Selain itu, fenomena Rohana dan Rojali masyarakat yang aktif beraktivitas di luar namun lebih banyak sekadar melihat-lihat tanpa melakukan pembelian menunjukkan bahwa daya beli riil masih terbatas, meskipun mobilitas tinggi.
Sebaliknya, menjelang Desember 2025 penjualan eceran diperkirakan akan terdorong oleh faktor musiman seperti HBKN Natal, libur akhir tahun, dan program promosi ritel.