KemenKopUKM Jalin Sinergi untuk Berikan Solusi Solar Bagi Koperasi Nelayan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi dalam pilot project Program Solusi Nelayan, dimana program tersebut dalam rangka melancarkan rantai distribusi BBM kepada nelayan sehingga menjadi lebih tepat sasaran dan harga.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, mengapresiasi kerja sama tersebut.

Langkah tersebut menjadi solusi bagi nelayan, sehingga diharapkan akan memiliki dampak bagi kesejahteraan nelayan sendiri.

“Karena dengan Program Solusi Nelayan ini, solar untuk koperasi nelayan akan mampu memperbaiki akses nelayan untuk kemudahan mendapatkan solar. Sehingga nanti kenaikan solar tidak terlalu terdampak karena rantai pasoknya bisa diperbaiki. Mereka bisa langsung mendapatkan harga yang lebih murah,” jelas Teten, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (5/9/2022).

Menteri BUMN, Erick Thohir menambakan, sebelum resmi dirilis, pihaknya akan meluncurkan Program Solusi Nelayan dengan berkonsultasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

“Kalau nanti program ini berjalan dengan baik, baru kita kembangkan mulai Desember 2022 ke seluruh Indonesia. Kita coba bertahap untuk membantu nelayan yang hari ini kesulitan karena ada pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak). Kita buktikan bahwa pemerintah hadir memberikan solusi untuk nelayan,” jelasnya.

Tak hanya itu sambung Erick, melalui program tersebut, koperasi juga akan membantu modal kerja para anggotanya.

Ditambah kontribusi Kementerian BUMN yang akan mendorong pembiayaan melalui koordinasi dengan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) maupun PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk membangun ekosistem yang lain.

“Ini supaya BRI juga bisa membantu para nelayan dengan kemudahan modal kerja. Nah ibu-ibu nelayan nanti bisa dikoordinasikan dengan program PNM Mekar,” kata Menteri Erick.

Tinggal nanti bagaimana, lanjut Erick, akan coba didiskusikan lagi mengenai offtaker dari hasil nelayan tersebut. Apakah dari BUMN atau mengajak pihak swasta besar maupun UMKM, yang membutuhkan bahan baku hasil dari para nelayan tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengaku sangat menyambut baik program tersebut karena dinilai sangat membantu dan memudahkan bagi semua pihak.

Terutama bagi Pertamina yang memiliki tugas menyalurkan BBM bersubsidi kepada pihak yang tepat sasaran.

“Dengan begitu, penyaluran BBM subsidi untuk nelayan melalui koperasi kepada anggotanya by name by address, dipastikan akan langsung dinikmati oleh para nelayan,” ujarnya.

Nicke menyebut, rencana piloting program tersebut akan dilakukan di tujuh lokasi yaitu di Lokna, Deli Serdang, Indramayu, Pekalongan, Semarang, Surabaya dan Lombok Timur. 

“Jadi tujuh lokasi ini akan segera kita jalankan. Pertamina akan pastikan kuota untuk BBM bersubsidi bagi nelayan di tujuh daerah tersebut akan kita salurkan melalui koperasi, yang sudah ditetapkan nanti oleh pihak KemenKopUKM,” tegasnya.