Bulog Kembangkan Beras Premium Varietas Padi Asli Indonesia
Pasardana.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) tengah mengembangkan produk beras premium dari varietas padi asli Indonesia.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan nama varietas lokal yang mulai redup oleh aneka bibit padi baru, seperti IR yang bisa panen tiga kali dalam setahun.
"Kami tidak semata-mata untuk cari keuntungan, tetapi juga tidak cari kerugian, penting untuk mengembalikan produksi asli varietas Indonesia," ujar Direktur Utama Bulog, Budi Waseso saat mengunjungi pabrik pengolahan gabah beras modern di Kendal, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).
Pria yang akrab disapa Buwas ini, mengaku bahwa biaya produksi beras varietas lokal cenderung lebih mahal.
Pasalnya, rata-rata usia tanam varietas padi Indonesia sekitar enam sampai tujuh bulan.
Namun, beras lokal memiliki potensi pasar yang mumpuni. Misalnya, produk beras Solok dengan merek dagang, Anak Daro produksi Bulog Sumatera Barat diminati para konsumen yang didominasi masyarakat Minang.
Beras ini diproduksi tidak banyak dan hanya bisa ditanam di daerah Solok, Sumatera Barat, dengan harga gabah lebih dari Rp6 ribu per kilogram.
Lalu, beras tersebut dibanderol dengan harga Rp14 ribu sampai Rp16 ribu per kg.
"Ini beras varietas lokal yang dikemas khusus dengan harga khusus. Orang Sumatera Barat makan beras Anak Daro justru meningkatkan status sosial," kata Budi.
Adapun Bulog melibatkan para petani binaan di sejumlah daerah sentra beras guna mengembangkan produk beras premium varietas lokal.
Hal itu sekaligus untuk menginventarisasi beragam padi varietas lokal dari Sabang sampai Merauke.
Buwas optimistis dapat menguasai pasar beras nasional melalui pembangunan infrastruktur pengolahan beras modern atau modern rice milling plant (MRMP) di berbagai daerah sentra produksi padi Indonesia.
Fungsi MRMP adalah menurunkan susut pasca-panen, meningkatkan kuantitas serapan gabah, dan meningkatkan hasil panen gabah.
"Bulog akan menjadi king of rice atau raja perberasan nasional. Kami sedang fokus terhadap infrastruktur penggilingan dan pengolahan gabah beras. Sekarang sudah dibangun sebanyak 10 unit, kemudian nanti akan ditambah tiga unit lagi," pungkasnya.

