Bos Garuda Indonesia Angkat Bicara Terkait Kebijakan Penyesuaian Harga Tiket

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Perhubungan mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan maskapai penerbangan menyesuaikan biaya (fuel surcharge) pada angkutan pesawat dalam negeri.

Melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri ini, mengizinkan maskapai penerbangan menyesuaikan biaya pada angkutan pesawat dalam negeri.

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (IDX: GIAA), Irfan Setiaputra mengatakan, diperbolehkannya penerapan kebijakan fuel surcharge pada komponen harga tiket pesawat menjadi langkah yang konstruktif atas fokus pemulihan ekosistem industri penerbangan, yang salah satunya sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi, seperti fluktuasi harga bahan bakar.

"Kenaikan harga bahan bakar avtur tidak dapat dipungkiri berdampak signifikan terhadap komponen cost structure tiket penerbangan," ujarnya.

Menurutnya, Garuda Indonesia Group sebagai salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia akan secara cermat dan seksama menyikapi kebijakan fuel surcharge ini.

"Tentunya tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan pengguna jasa atas aksesibilitas layanan penerbangan dengan harga yang kompetitif," kata dia.

Lebih lanjut Irfan menyampaikan, adanya kebijakan fuel surcharge ini akan mengacu pada jangka waktu yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan, yang akan terus dievaluasi secara berkala atas kebutuhan penerapan fuel surcharge tersebut.