Menko Airlangga Sebut Relaksasi PPnBM Dorong Sektor Otomotif Pulih Lebih Cepat

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah telah memberlakukan kebijakan Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor menjadi bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Realisasi insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) di tahun 2021 tercatat sebesar Rp4,63 triliun atau 133,8 persen dari pagu awal Rp3,46 triliun.

Hal tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dan mulai pulihnya market demand.

Untuk tahun 2022 sendiri, insentif yang diberikan telah terealisasi sebesar Rp15,8 miliar.

Melalui kebijakan relaksasi PPnBM, kinerja penjualan mobil kembali menguat.

Meski demikian, kinerja penjualan produk industri otomotif roda empat di tengah pandemi Covid-19 mengalami tantangan yang cukup berarti.

Penjualan mobil selama Februari 2022 tercatat sebesar 81.230 unit atau naik sekitar 65,09 persen (yoy) jika dibandingkan bulan Februari 2021.

Selain itu, tren positif ini juga dialami oleh kinerja penjualan kendaraan roda dua, dimana pada tahun 2021 penjualan kendaraan roda dua tercatat sebesar 5,1 juta unit untuk domestik dan 810.000 unit untuk ekspor.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi serta peningkatan utilitas industri otomotif di tahun 2022, Pemerintah kembali melanjutkan relaksasi atas PPnBM-DTP bagi kendaraan bermotor dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 5 Tahun 2022.

Pemerintah telah memutusan untuk memberikan insentif pengurangan PPnBM 100 persen bagi pembelian KBM-R4 dengan segmen harga jual (on the road price) di bawah 200 juta (LCGC) hingga Q1 2022 dan akan berlanjut hingga Q4 dengan pengurangan PPnBM secara proporsional.

Serta insentif pengurangan PPnBM 50 persen untuk KBM-R4 dengan segmen harga jual antara 200 sampai dengan 250 juta hingga Q1 2022.

“Utilisasi sudah mulai membaik di sektor kendaraan bermotor terkait penjualan dengan insentif PPnBm yang merupakan bagian program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional,” ujar Menko Airlangga pada acara pembukaan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Selain itu, sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim (climate change) yakni dengan mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV untuk Transportasi Jalan serta mempercepat pembangunan infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) melalui peta jalan industri otomotif nasional dan peta jalan pengembangan Industri KBLBB.

Dalam rangka mendukung kebijakan pengembangan KBL-BB, Pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor, dimana didalamnya pengenaan tarif PPnBM dilihat berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

“Hal yang terpenting adalah menyediakan kendaraan dengan target pasar masyarakat berpenghasilan menengah agar utilisasi dapat meningkat dan bisa mendorong kemampuan masyarakat yang daya belinya tertekan akibat beberapa komoditas harganya meningkat dan juga akibat geopolitik yang mendorong harga BBM meningkat cukup tinggi,” ujarnya.

Sebagai informasi, acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) akan berlangsung dari tanggal 31 Maret hingga 10 April 2022 dan dilaksanakan di Jiexpo Kemayoran Jakarta.

“Saya berharap agar pameran ini menjadi wadah untuk pertumbuhan industri pasca pandemi Covid-19. Saya mendukung dan mengucapkan selamat atas penyelenggaraan IIMS Hybrid 2022, semoga dapat mendorong industri bisa pulih lebih cepat,” pungkasnya.