jasa marga|proyek strategis nasional|jalan tol gedebage-tasikmalaya-cilacap
Oleh: Ronal

Pasardana.id - Proyek pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap akan menjadi penopang dari jalan tol yang sudah ada.
Sehingga, dapat mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya pada libur hari raya atau periode libur panjang.
Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur mengatakan, pada akhir pekan dan libur hari raya, Jalan Tol Padaleunyi khususnya di Gerbang Tol Cileunyi berpotensi terjadi kepadatan karena terjadinya peningkatan volume lalu lintas.
"Untuk itulah, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap diharapkan juga mengurai kepadatan dan menjadi alternatif jalan bagi masyarakat yang berpergian ke daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan," kata Subakti.
Senada, Kepala BPJT Danang Parikesit menyebut bahwa kehadiran Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap bisa mendukung pergerakan logistik, baik jasa maupun barang di Pulau Jawa, khususnya di wilayah selatan.
"Kehadiran Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap bisa turut mendukung pergerakan orang dan barang. Tentunya pembangunan jalan tol ini tidak menimbulkan kompetisi dengan jalan nasional yang sudah ada. Kehadiran jalan tol ini justru akan jadi pelengkap jalan nasional, terutama dalam mendukung pengguna jalan dengan jarak jauh," ujar Danang.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Gedebage Cilacap Tbk, Jo Mancelly menjelaskan, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap memiliki total panjang 206,65 kilometer (km) yang menjadikan jalan tol ini sebagai ruas jalan tol terpanjang di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar Rp 56 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun.
"Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap nantinya akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Barat sepanjang 169,09 km dan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 37,56 km. Dimulai dari titik awal Gedebage Junction di Kabupaten Bandung, Jawa Barat," kata Jo Mancelly.
"Lalu melewati Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran, hingga ke wilayah Cilacap, Jawa Tengah, yang pembangunannya terbagi atas empat seksi." sambungnya.
Jo juga menambahkan, pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap akan dilakukan dalam dua tahap. Pembangunan untuk tahap pertama yaitu Seksi 1 dan Seksi 2, yang dimulai dari Junction Gedebage hingga Simpang Susun (SS) Tasikmalaya sepanjang 94,22 km.
Pembangunan konstruksi untuk tahap pertama ini ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2022 dan rampung pada tahun 2024.
"Selanjutnya, untuk tahap kedua yaitu Seksi 3 dan Seksi 4, yang dimulai dari SS Tasikmalaya hingga SS Cilacap sepanjang 112,43 km," kata Jo.
Main road itu sendiri ditargetkan dibangun bersamaan saat Jalan Tol BIUTR konstruksi atau selambat-lambatnya pada tahap kedua konstruksi Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.
Pembangunan konstruksi untuk tahap kedua itu ditargetkan dimulai pada akhir 2027 dan rampung pada 2029.
Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap tergabung dalam Proyek Strategis Nasional dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur.
Pembangunan jalan tol ini akan meningkatkan konektivitas, kegiatan ekonomi, semakin melancarkan distribusi barang dan jasa hingga pengembangan industri dan pariwisata di koridor selatan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.