Pengusaha dan Serikat Buruh Bertemu, Bahas Kesejahteraan Pekerja

Foto : istimewa

Pasardana.id - Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia menggelar pertemuan dengan para serikat pekerja dan buruh, diantaranya; Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta Konfederasi Seluruh Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan terkait dengan kesejahteraan pekerja ke depannya.

Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/1) mengatakan, pertemuan ini membuahkan hasil pembentukan gugus tugas atau task force antara pengusaha dengan serikat pekerja atau buruh.

Dalam task force tersebut, nantinya ada peningkatan kemampuan atau skill bagi para pekerja atau buruh untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Misalnya vokasi, bagaimana kita membangun BLK bersama untuk setiap serikat pekerja, karena kita harus antisipasi kemampuannya, karena semua skill dalam 10 tahun ke depan akan berubah, teman-teman pekerja harus berubah," ujar Arsjad.

Selain itu, Arsjad mengatakan, disepakati juga program penyediaan kawasan perumahan, lengkap dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi buruh dan pekerja di kawasan industri.

“Kadin dan serikat buruh juga sepakat menyusun road map, yang ramah terhadap pengusaha serta buruh dan berujung pada peningkatkan kesejahteraan semua pihak, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut Arsjad mengungkapkan, langkah ini dilakukan semata-mata agar pengusaha bisa mengerti kemauan dari para pekerja saat ini.

"Kita harus mengerti bagaimana pengusaha mengerti tentang buruh, dan buruh mengerti tentang pengusaha, dan ini kalau tidak kenal maka tak sayang, makanya di sini, bagaimana kita bisa kenal kalau kita tidak berkomunikasi," imbuh dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang ketenagakerjaan, Adi Mahfudz menambahkan, pihaknya berharap kerjasama dengan serikat buruh, bisa berjalan dengan baik.

Bahkan, sebulan sekali dan semester sekali akan digelar pertemuan untuk membahas perkembangan kerjasama.

“Mudah-mudahan setiap satu bulan sekali, dan satu semester sekali, kita bertemu membicarakan misi kita bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andy Gani menambahkan, adanya pertemuan ini membuktikan bahwa para buruh bisa diajak untuk berdialog.

Menurut dia, tidak hanya upah minimum provinsi (UMP) saja yang penting bagi buruh, tapi isu kesejahteraan para buruh juga penting untuk dibicarakan.

"Isu-isu ketenagakerjaan tidak harus kita kerjakan dengan unjuk rasa besar-besaran tapi itu terakhir. Ini sejarah, hadir di sini merupakan tatanan baru dalam dunia ketenagakerjaan. Kami berharap ini menenangkan buat pengusaha," pungkas Andi Gani.