Pekan Depan, Pemerintah Lelang SUN dengan Target Maksimal Rp49,5 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah pada 18 Agustus 2021. Dana hasil lelang ini untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Mengutip keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Kamis (12/8/2021), pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019) dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (PMK No. 38/PMK.02/2020).

Secara rinci dijelaskan, ada beberapa seri yang akan dilelang antara lain SPN03211118 dengan tingkat kupon diskonto, SPN12220819 dengan tingkat kupon diskonto, FR0090 dengan kupon 5,125%, FR0091 dengan kupon 6,375%, FR0088 dengan kupon 6,25%, FR0092 dengan kupon 7,125%, dan FR0089 dengan kupon 6,875%. Dari beragam seri itu, pemerintah berharap capai target indikatif Rp33 triliun dengan target maksimal Rp49,5 triliun.

Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1.000.000.

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang.

Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019 dan PMK No. 38/PMK.02/2020.