Tidak Semua Ditenggelamkan, KKP Hibahkan Kapal Sitaan Negara Ke Kampus

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan akan menghibahkan sejumlah kapal asing ilegal yang ditangkap dan menjadi sitaan negara ke lembaga pendidikan dan perguruan tinggi untuk keperluan akademis.

"Kapal asing sitaan negara tidak seluruhnya ditenggelamkan. Karena selama ini kampus punya fakultas perikanan tapi enggak punya kapal, kita kasih. Riset laut enggak punya kapal, kita kasih. Jadi ada yang dimanfaatkan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar  saat proses penenggelaman kapal asing berbendera Vietnam dan Malaysia di Perairan Air Raja, Batam, Kamis (4/3/2021).

Antam mengatakan, kapal asing yang ditenggelamkan di perairan Batam dalam dua hari terakhir sebanyak 10 unit.

Menurutnya, penenggelaman kapal sudah memiliki keputusan hukum tetap dan penenggelaman ini merupakan amanah dari pengadilan.

Penenggelaman ini menunjukkan komitmen KKP dan aparat terkait untuk terus tegas dan tanpa kompromi terhadap pelaku illegal fishing.

Dijelaskan, penenggelaman masih akan bergulir di wilayah Indonesia lainnya. Seperti di Natuna, Pontinanak hingga Aceh.

Totalnya masih ada 21 kapal yang akan segera ditenggelamkan.

Lebih lanjut diungkapkan, pelaksanaan penenggelaman kapal asing ini berkat kerja sama yang baik antara KKP dengan pihak Kejaksaan Negeri Batam dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Keduanya sepakat bahwa illegal fishing merupakan musuh bersama sehingga perlu adanya tindakan tegas.

"Koordinasi dengan kejaksaan luar biasa, sinkron banget. Illegal fishing ini musuh bersama," tegasnya.

Adapun proses penenggelaman memakan waktu sekitar 30 menit, dengan waktu persiapan sekitar dua minggu.

Metode yang dipakai untuk penenggelaman kapal merupakan cara yang ramah lingkungan. Bangkai kapal nantinya juga bisa menjadi rumah bagi ikan-ikan termasuk tempat karang untuk tumbuh.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik illegal fishing.

Dia meminta jajarannya di PSDKP memperkuat patroli, khususnya di daerah yang selama ini rawan didapati kapal-kapal asing pelaku illegal fishing.