Catat Pemulihan Properti Tambang, BYAN Raih Laba Sebesar USD328,2 Juta Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bayan Resources Tbk (IDX: BYAN) mencatatkan laba bersih senilai USD328,73 juta pada akhir tahun 2020, atau naik 47,08 persen dibanding akhir tahun 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar USD223,39 juta.

Sehingga, laba per saham dasar tercatat tumbuh menjadi USD0,1, dibandingkan akhir tahun 2019, yang mencatatkan laba per saham senilai USD0,07.   

Data itu berdasarkan laporan keuangan telah audit emiten tambang batu bara dan migas milik Dato’ Low Tuck Kwong ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/3/2021).

Padahal, total pendapatan sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar USD1,395 miiar atau tumbuh 0,287 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar USD1,391 miliar.

Tapi, beban pokok pendapatan langsung tercatat sebesar USD932,24 juta atau tumbuh 3,32 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD902,22 juta. Sehingga, laba kotor turun 5,5 persen menjadi USD462,86 juta.

Menariknya, perseroan mencatatkan pemulihan penurunan nilai properti pertambangan senilai USD165,86 juta. Sedangkan tahun 2019, pos tersebut kosong.  

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar USD861,55 juta atau naik 39,09 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD619,08 juta.

Adapun total kewajiban tercatat sebesar USD758,17 juta, atau tumbuh 15,19  persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar USD658,95 juta.

Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar USD1,619 miliar, atau naik 26,68 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar USD1,278 miliar.

Patut diperhatikan, arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD360,97 juta, atau melonjak 634 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar USD49,47 juta.