Perusahaan Jasa Boga Ini Ingin IPO dan Masuk Papan Utama

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Menjadi perusahaan terbuka dan sahamnya dicatatkan di Bursa Efek Indoesia sudah menjadi impian semua perusahaan. Termasuk, PT Global Oceania Sejahtera, perusahaan yang bergerak di bidang jasa boga atau katering ini.

Pendiri sekaligus CEO Global Oceania Sejahtera, Agus Winarko mengatakan, salah satu cara untuk menjadi pemain di pasar regional bahkan global adalah dengan melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran saham ke publik melalui lantai bursa.

Dijelaskan, dalam perencanaan mereka, tahun depan (2022), perseroan akan melakukan IPO.

Menurutnya, melalui IPO ini, diharapkan agar perusahaan memiliki Akuntabilitas Bisnis baik di mata investor lokal maupun internasional.

“Pengalaman membuktikan, perusahaan privat yang dimiliki perorangan, tidak banyak yang bertahan hingga beberapa generasi. Dengan menjadikannya perusahaan publik, ada kepastian mengenai sustainability dari bisnis yang dikembangkan ini,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Ditambahkan, untuk itu, perseroan tengah melakukan persiapan dengan menbenahi struktural keuangan, hukum dan administrasi. Dengan demikian, akan layak menjadi perusahaan terbuka.

“Setelah semua dibenahi, maka kami ingin IPO dan tercatat di papan utama. Kita tidak mau tanggung-tanggung,” kata dia.

Lebih lanjut dituturkan, pada awalnya, perseroan menjadi distribusi makanan yang menangani klien-klien di sektor minyak dan gas di Kalimantan Timur.

Dalam perjalanan, perusahaan ini merambah ke bisnis industri jasa boga pada tahun 2017.

“Kita ingin menjadi pemain regional, kalau global mungkin belum, tetapi regional,” ungkap dia.

Ia yakin, perseroan yang sejatinya adalah local food services company ini akan tumbuh lebih cepat menjadi pemain regional bahkan global food services company.

Apalagi, secara umum, pangsa pasar katering masih sangat terbuka luas. Dalam perkiraan dia, kapasitas yang sudah terisi oleh para pemain di bisnis ini baru sekira 50 persen. Sisanya belum terisi, sehingga ini akan menjadi peluang yang sangat besar untuk perseroan.

Selain menangani sejumlah klien, baik perusahaan lokal maupun asing yang bergerak di sektor minyak dan gas, perseroan juga mulai merambah ke sektor perkebunan dan sejumlah sektor lain.

Para klien tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

Perusahaan juga berencana akan mengembangkan sejumlah industri hulu dalam bentuk unit bisnis yang mendukung bisnis katering mereka.

Bernaung dibawah GOS Group, Guswin menegaskan, industri hulu yang berkaitan dengan catering yang akan dikembangkan, antara lain; GOS Farm, GOS Nutrient, GOS Packs dan GOS Xperience.

“Kita ingin menjadi integrated food services company,” ungkap dia.

Lebih lanjut Guswin menegaskan, peluang pasar di sektor food services khususnya katering masih sangat terbuka dan nyaris tidak terdampak signifikan oleh pandemi yang melanda dunia.

Ini terbukti dari penjualan mereka selama 2020 yang meningkat pesat. Sementara untuk triwulan pertama 2021, penjualan sudah mencapai dua kali lipat dari total penjualan tahun lalu. Hasil ini mereka catat dari sejumlah klien kelas dunia, diantaranya; Chevron, Elnusa, Sapura Energy, Seascape dan ANJ Plantation.

“Kita juga ingin menjadi perusahaan yang berkembang, mulai dari regional dulu. Kita ingin terus berkembang, bahkan menjadi global player di industrial catering business,” tutup Guswin.