Omicron dan Fed Rate Hambat Laju IHSG

Foto : Dok. Mirae

Pasardana.id - Perkembangan COVID-19 varian Omicron yang mulai menyebar di berbagai negara sejak akhir bulan November lalu menjadi sentimen negatif yang dapat menjadi penghambat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan tahun 2021.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina memproyeksikan, IHSG akan bergerak di rentang terbatas.

Ketidakpastian mengenai pemulihan ekonomi pasca penyebaran varian Omicron diperkirakan akan membebani pergerakan IHSG di bulan ini.

“Secara teknikal, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.394 hingga 6.687,” kata dia dalam paparan media secara daring, Kamis (09/12/2021).

Martha menambahkan, rencana Federal Reserve (The Fed) untuk mempercepat penyelesaian tapering dan proyeksi kenaikan Fed Rate (suku bunga Federal Reserve) juga menjadi katalis negatif bagi IHSG.

“Meskipun demikian, harapan akan terjadinya window dressing di akhir tahun menjadi alasan kami merekomendasikan saham-saham kapitalisasi besar di sektor perbankan, industri, dan infrastruktur. Saham-saham pilihan kami untuk bulan Desember ini, antara lain, BBCA, BBRI, BMRI, BBNI. ASII, UNTR, TLKM, EXCL, dan ISAT. Pilihan tersebut mengkombinasikan saham-saham yang defensif seperti sektor telekomunikasi dan sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti perbankan dan industry,” jelas dia.  

Namun demikian, lanjut dia, fundamental makro-ekonomi domestik masih tetap kuat. Bahkan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil.

Membaiknya permintaan domestik ini menyebabkan tingkat inflasi Indonesia berada pada posisi relatif stabil dan terkendali, dengan realisasi inflasi dan inflasi inti per November 2021 menjadi 1,75 persen dan 1,44 persen secara tahunan atau naik dari 1,66 persen dan 1,33 persen secara tahunan pada Oktober 2021 lalu.