Dukung Pengembangan Pariwisata Bali, Sandiaga Uno Resmikan Kapal Kirana VII

Foto : Dok. Kemenparekraf

Pasardana.id - Untuk menggairahkan ekonomi pariwisata di Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan KM Kirana VII di Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (18/12).

Sandiaga mengapresiasi kehadiran KM Kirana VII yang melayani rute Tanjung Perak-Lembar sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, dan menjadi pertimbangan untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

"Kami menyambut dengan suka cita kehadiran KM Kirana VII ini untuk mendukung pariwisata, khususnya di Bali, Lombok dalam penyiapan (KTT) G-20 dan MotoGP," kata Sandiaga dalam keterangannya, Minggu (19/12).

Dia mengatakan, kapal yang dapat mengangkut hingga 500 penumpang dan sekitar 30 unit kendaraan roda empat ini diharapkan bisa menjadi sarana pariwisata.

Adapun kapal ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, di antaranya; ruang difabel, musala, kafetaria, dan area pertunjukan musik di bangku penonton.

"Harapannya, KM Kirana VII ini bisa menjadi penunjang sarana pariwisata, karena tadi kita lihat fasilitasnya yang sangat baik dan berkelas dunia untuk mendukung interkoneksi antara Surabaya, Bali, dan Nusa Tenggara. Mudah-mudahan, ini menjadi awal persiapan dari kebangkitan pariwisata di Bali dan Nusa Tenggara," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga meninjau sentra vaksinasi yang diperuntukkan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sentra vaksinasi ini digelar di Tanjung Benoa.

“WNA ini juga bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dan dengan konsep membantu sesame, kami hari ini bisa memulai vaksinasi,” tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Adapun sentra vaksinasi ini merupakan hasil kerja sama Kemenparekraf dengan Kimia Farma, Antis, Enesis Group, dan Homecare24.

Dengan target 1.300 peserta penerima vaksin, diharapkan dapat membantu mempercepat herd immunity atau kekebalan komunal di Indonesia dan Bali pada khususnya.

“Karena kalau kita mau betul-betul Bali ini terproteksi dari varian Omicron, mereka ini juga harus diberikan vaksinasi dosis pertama dan kedua,” tandasnya.