Kemenhub Buka Kembali Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Mulai 12 Juni

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengoperasian kembali kereta api (KA) jarak jauh reguler.

Rencananya, KA Jarak jauh reguler akan beroperasi mulai 12 Juni 2020.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengungkapkan, bahwa sampai saat ini, transportasi kereta api masih mengoperasikan Kereta Luar Biasa akibat adanya pandemi Virus Corona.

"Kita akan lakukan mulai operasi reguler ini, Jumat atau 12 Juni 2020 sampai 30 Juni (2020). Jadi kita akan lakukan bergulir terus pelayanan KA yang sehat dan produktif," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dalam video conference di Jakarta pada Selasa (9/6/2020).

Zulfikri menyebutkan, terdapat tiga fase dalam pengoperasi kereta selama masa pandemi Covid-19, yakni Fase pertama, saat dioperasikannya KLB mulai 12 Mei hingga 11 Juli.

Fase kedua, KA reguler mulai beroperasi bertahap dengan pembatasan bersyarat mulai 12 Juni hingga 30 Juni 2020, dan masih memperhatikan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing wilayah. 

"Ini kita lakukan bergulir, kita lakukan evaluasi bagaimana perkembangan kondisi layanan perkeretaapian,” kata Zulfikri.

Menurut Zulfikri, pengoperasian KA reguler ini merupakan fase kedua dalam pemulihan operasional kereta api. Rute-rute pengoperasian KA jarak jauh reguler ini masih terbatas dan disesuaikan dengan masa PSBB masing-masing daerah.

"Jadi kita harus lihat lagi untuk jam-jam KA reguler. Semua kita bisa operasikan terkait PSBB. Kemudian selanjutnya kapasitas penumpang  dari KA reguler tadi kita akan tingkatkan tahap 1 secara bertahap juga," jelas dia.

Lebih lanjut Zulfikri menegaskan, kapasitas penumpang dalam pengoperasian KA jarak jauh reguler juga diperbolehkan angkut 70 persen dari kapasitas.

"Untuk meningkatkan kapasitas sampai 70 persen pada tanggal 12 Juni, ada hal-hal yang juga terkait dengan protokol kesehatan. Misalnya persyaratan untuk penumpang, menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak sudah kita lakukan baik sebelum KLB juga sudah kita lakukan," ucapnya.

Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 7 Tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Corona Virus Disease (COVID-19), penumpang juga wajib mengantongi hasil tes cepat (rapid test) atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Tapi di dalam fase dua ini, apabila kapasitas bisa kita tingkatkan 70 persen dengan syarat untuk antarkota  menggunakan face shield. Jadi  penumpang yang duduk berdampingan oleh karena itu, ini harus menggunakan face shield pakai lengan panjang. Penumpang juga harus menunjukan hasil PCR tujuh hari rapid tiga hari atau keterangan bebas gejala influenza dari puskesmas," katanya.

Sementara itu, untuk penyelenggara sarana prasarana, nantinya akan disosialisasikan penyediaan ‘face shield’ KA antarkota dan harus disediakan operator dengan menyediakan counter penjualan masker.

"Di stasiun-stasiun harus ada penjual masker dengan harga terjangkau,” pungkasnya.