Kemendes Imbau Kepala Daerah Percepat Penyaluran Dana Desa

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengimbau para kepala daerah hingga kepala desa untuk mempercepat penyaluran dana desa.

Nantinya, dana desa ini bisa digunakan oleh perangkat desa untuk menanggulangi pandemi virus corona (covid-19).

"Kami imbau kepada kepala daerah, mohon untuk bisa memberikan kemudahan, memfasilitasi terhadap bagaimana mempercepat proses perubahan APBDes yang tidak menyalahi aturan dalam UU dan memfasilitasi percepatan penyaluran dan pencairan dana desa," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendes PDTT, Eko Sri Haryanto dalam keterangan pers di Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB), Minggu (5/4/2020).

Eko menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah membentuk relawan desa Lawan Covid-19 untuk membantu pencegahan virus corona di desa-desa.

Dari 74.953 desa, Kemendes PDTT mengungkap sudah membentuk 4.556 relawan.

Menurut dia, pembentukan relawan desa Lawan Covid-19 itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Desa dan PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19.

Dirinya juga meminta, agar Pemda dapat memberikan fasilitas untuk penyaluran dan pencairan dana desa. Sehingga, relawan desa semakin baik dan lancar dalam melayani masyarakat.

"Hal ini agar perangkat desa dapat menggunakan dana desa untuk padat karya, logistik dan lainnya," ujarnya.

Adapun relawan desa memiliki sejumlah tugas, di antaranya; melindungi masyarakat dan pemerintah desa. Dalam hal ini, Kepala Dusun, RT, RW, harus tunduk dan patuh kepada yang diamanatkan pemerintah yang diterjemahkan oleh Kepala Desa.

"Jadi, Kepala Desa sebagai Ketua relawan desa Lawan Covid-19, wakilnya adalah Ketua BPD, sehingga dalam perubahan hal anggaran bisa memudahkan menjadi kunci pembiayaan dan sistem anggaran di desa," jelasnya. 

Selain itu, lanjut dia, relawan desa Lawan Covid-19 juga harus bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit dan Puskesmas, serta membantu menempatkan orang dalam pengawasan (ODP) ke isolasi. 

“Bersama masyarakat, relawan juga harus mulai mendata para warga dan menyiapkan sejumlah logistik bagi ODP selama di isolasi,” jelasnya.

Menurut dia, penyiapan logistik tidak hanya diberikan kepada ODP yang diisolasi, tapi juga berkaitan dengan masyarakat yang terdampak secara sosial dan ekonomi.

"Berikutnya, melaporkan PDP ke Puskesmas atau Rumah Sakit yang ada di daerah. Lalu, juga menghubungkan petugas medis gugus tugas. Relawan desa juga harus taat kepada protokol yang kaitannya kebijakan gugus tugas di kabupaten," tandasnya.