Program ATM Beras Beroperasi Selama Masa Pandemi Covid-19

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Pertanian (Kementan) akan membagikan beras gratis kepada masyarakat miskin dan terdampak Covid-19 melalui program ATM Beras yang sudah resmi diluncurkan di beberapa titik di wilayah Jabodetabek. 

Mesin yang dinamakan ATM Pertanian Sikomandan ini menyediakan 1,5 ton beras untuk 1.000 orang per harinya.

Sehingga, per orang bisa memperoleh 1,5 kg beras secara cuma-cuma.  

"Bantuan ini kami berikan dengan mesin ATM, disebutnya ATM Pertanian Sikomandan, warga yang mendapat bantuan silahkan datang ke Kodim untuk mengambil beras lewat ATM," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2020).

Untuk pasokannya, sejauh ini Kementan sudah mempersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sampai 2 bulan ke depan.

Nantinya, masyarakat bisa memperoleh beras gratis dengan kartu yang disediakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI).

Untuk mendapatkan kartu tersebut, warga bisa mendatangi Kodim, dan mengecek apakah dirinya sudah terdaftar sebagai penerima.

Daftar penerima ini sudah tersedia di masing-masing Kodim.  Berikut lokasi penempatan mesin ATM tersebut:

1. Kodim 0501/Jakpus
2. Kodim 0502/Jakut,
3. Kodim 0503/Jakbar
4. Kodim 0504/Jaksel
5. Kodim 0505/Jaktim
6. Kodim 0506/Tangerang
7. Kodim 0509/Kab Bekasi
8. Kodim 0508/Depok
9. Kodim 0606/Kota Bogor
10. Kodim 0621/Kab Bogor

Dalam kesempatan yang sama, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Kementan dan TNI AD akan memperluas lokasi penempatan ATM beras ini ke depannya.

"Saat ini baru di 10 titik, ke depan kita berharap mesin ini bisa di tempatkan di 317 Kodim," ujar Andika.

ATM Pertanian Sikomandan ini hanya dioperasikan selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyediakan pasokan beras untuk 2 bulan ke depan.

Namun, pihaknya akan mengevaluasi setiap minggu apakah program ini akan diperpanjang atau tidak. 

"Yang nggak seterusnya, tapi kita evaluasi 2 bulan ini seperti apa. Kalau 2 bulan COVID-19 sudah selesai, kemudian sudah normal kembali ya berhenti. Jadi diutamakan untuk COVID-19," kata Sarwo.

Meski gratis, Kementan memastikan beras yang dibagikan secara cuma-cuma ini berkualitas premium.

"Beras kualitas premium. Masa beras jelek, yang jelas beras bagus. Ada yang dari Karawang dan Indramayu. Kementan langsung menyerap ke petani-petani," terang Sarwo.

Lalu, jika anggaran Kementan mencukupi, maka pihaknya berencana memperbanyak unit ATM tersebut supaya bisa mencakup 34 provinsi di Indonesia.

"Kalau keinginan Pak Menteri, kalau anggarannya ada ya dimungkinkan untuk 34 provinsi," jelas dia.

Adapun daftar penerima beras gratis ini, menurut Sarwo sepenuhnya dipegang oleh masing-masing Kodim.

Namun, ia menegaskan beras gratis ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

"Saya dengar di setiap Kodim masyarakat sangat antusias sekali karena mereka butuh. Kadang-kadang buat masak hari saja nggak ada, ya itu yang kita tolong. Dan itu gratis," tutupnya.