Indeks Kospi Melonjak 1,72 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 31,32 poin, atau sekitar 1,72 persen, pada Selasa (14/4/2020), menjadi 1.857,08. Volume perdagangan mencapai 872 juta saham senilai 9,8 triliun won atau sekitar US$8,1 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 757 berbanding 106.

Angka indeks melonjak dipicu positifnya data ekspor Tiongkok. “Sentimen pasar membaik setelah data ekspor Tiongkok bulan Maret melampaui ekspektasi,” jelas Lee Kyung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Para investor juga menyambut baik melambatnya penyebaran virus Corona (COVID-19) di Korea Selatan. Dalam dua hari terakhir, jumlah kasus baru COVID-19 di Negeri Ginseng berada di bawah 30 kasus.

Jumlah total kasus COVID-19 Korea Selatan mencapai 10.564 kasus, dengan 222 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Investor asing melakukan aksi jual saham untuk sesi ke-29 beruntun, hari ini melepas saham senilai 14,7 miliar won. Investor ritel menjual saham senilai 429,3 miliar won, sedangkan investor institusi membeli saham senilai 427 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electric dan SK Hynix masing-masing melonjak 1,45 persen dan 1,11 persen. Saham Samsung SDI melambung 4,14 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 2,25 persen. Saham Kia Motors dan Hyundai Mobis masing-masing melonjak 1,19 persen dan 1,44 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Bukwang Pharm meroket 24,49 persen setelah mendapat persetujuan untuk melakukan uji klinis Levovir produksinya terhadap pasien COVID-19.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 0,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.217,3 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,3 persen ke level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 100,80 poin, atau sekitar 1,87 persen, menjadi 5.488,10. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami penguatan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 44,24 poin, atau sekitar 1,59 persen, menjadi 2.827,28. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 135,07 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 24.435,40.