Imbas Corona, Pelaporan SPT Pajak Tahunan Menurun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa realiasi penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan hingga akhir Maret 2020 lebih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Hal ini disebabkan karena mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama melalui keterangan resminya pada Selasa (31/3/2020) menyebutkan, hingga 30 Maret 2020, jumlah penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2019 baru mencapai 8,64 juta.  

Angkat tersebut lebih rendah dari periode sama tahun lalu sebanyak 10,92 juta.

"Beberapa hal yang menyebabkan penurunan atas jumlah penyampaian SPT dikarenakan sosialisasi SPT Tahunan tatap muka secara langsung ditiadakan dan diberikannya relaksasi kebijakan perpajakan penyampaian SPT sampai dengan 30 April 2020 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah covid-19," sebutnya.

Saat ini, mayoritas wajib pajak yang telah melaporkan SPT tersebut memanfaatkan layanan online atau e-filing.

Dari data yang ada, sebanyak 14.590 wajib pajak melaporkan SPT melalui e-filing Application Service Provider (ASP).

Sedangkan 475.249 wajib pajak menggunakan e-form, serta 107.014 wajib pajak yang menggunakan e-SPT.

Untuk itu, DJP pun telah menyediakan banyak materi melalui media sosial, seperti bahan sosialisasi dan video tutorial tata cara pengisian SPT Tahunan melalui e-filing.

Selain itu, dia menegaskan petugas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tetap dapat dihubungi melalui telepon dan email, juga layanan whatsapp, untuk membantu apabila terdapat kesulitan.

"Kita akan coba melakukan bimbingan pengisian SPT Tahunan melalui aplikasi online seperti zoom atau webinar. Kita juga akan gencarkan kampanye e-filing melalui medsos dan saluran elektronik lainnya, serta mengingatkan para WP yang belum lapor SPT melalui telepon, email dan lainnya," jelas dia.

Seperti diketahui, DJP telah memberikan pelonggaran batas waktu pelaporan SPT bagi wajib pajak (WP) orang pribadi hingga akhir April 2020, dari sebelumnya 31 Maret 2020.

Hal ini demi mencegah penyebaran virus corona, sehingga pelayanan di seluruh kantor pajak ditiadakan hingga 5 April 2020.

"Tahun ini, Ditjen Pajak menargetkan jumlah pelaporan SPT Tahunan bisa mencapai 80 persen dari 19 juta wajib pajak orang pribadi maupun badan. Bagi Wajib Pajak yang ingin menyampaikan SPT bisa melalui layanan elektronik e-filing maupun e-Form atau secara manual menggunakan layanan pos," jelasnya.