Segini Harga Tes PCR dan Rapid Test Antigen di Bandara Soetta

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah baru saja mengubah aturan bepergian keluar kota selama masa pandemi.

Masyarakat yang hendak keluar kota menggunakan kereta api (KA) jarak jauh hingga pesawat, kini wajib menyertakan hasil rapid test antigen.

Alasannya, karena tes satu ini dianggap memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan rapid test antibodi. 

Oleh karena itu, biaya rapid test antigen ini pun cenderung lebih tinggi daripada rapid test antibodi.

Namun, pemerintah belum menetapkan tarif batas maksimal tes ini. Di sisi lain, beberapa rumah sakit mematok harga tes ini di kisaran Rp 200 ribu - 600 ribu.

Sementara itu, PT Angkasa Pura II mengumumkan bahwa seluruh bandaranya mewajibkan tes COVID-19 yang jadi syarat wajib bepergian mulai dari PCR test hingga rapid test antigen.

Karena itu, pihaknya menyediakan layanan PCR test dan rapid test antigen atau tes rapid antigen saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Untuk harga hasil PCR test dapat diketahui dalam waktu 15 menit penumpang dikenakan biaya Rp 1,385 juta, dan dalam 24 jam dengan biaya Rp 885 ribu.

Sementara itu, hasil rapid test antigen dapat diketahui dalam 15 menit dengan biaya Rp 385 ribu. 

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin melalui keterangan di Jakarta, Rabu (16/12/2020), mengatakan bahwa, makin lengkapnya tes Covid-19 di Airport Health Center bertujuan untuk mendukung transportasi udara yang sehat dan aman di Tanah Air.

Ia menjelaskan bahwa, tujuan utama Airport Health Center di bandara PT Angkasa Pura II adalah mendukung penumpang pesawat memenuhi protokol kesehatan untuk memastikan penerbangan yang sehat dengan menyediakan tes Covid-19 yang lengkap.

"Bandara-bandara PT Angkasa Pura II kini fokus pada tiga hal, yakni aspek operasional dan keamanan, pelayanan, dan kesehatan," kata Awaluddin.

Di Bandara Soekarno-Hatta, layanan tes COVID-19, yakni PCR test, rapid test antigen, dan rapid test antibodi tersedia di Airport Health Center yang berlokasi di SMMILE Center Terminal 3 dengan jam operasional 24 jam.

Adapun lokasi Airport Health Center di SMMILE Center Terminal 3 merupakan ruang terbuka yang dilengkapi area hijau sehingga dapat memberikan kenyamanan lebih bagi traveler.

Di sisi lain, SMMILE Center juga terdapat area komersial.

Airport Health Center di bandara PT Angkasa Pura II dioperasikan oleh Farmalab, yang merupakan anak usaha dari PT Indofarma Tbk.

"Airport Health Center merupakan inovasi perseroan dalam menyediakan layanan satu atap terkait kesehatan khususnya tes COVID-19, untuk menjaga kontribusi sektor penerbangan dalam mendukung aktivitas dan perekonomian dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujarnya.

Airport Health Center juga dilengkapi dengan sistem teknologi informasi yang mendukung operasional dan mempermudah traveler.

Sistem teknologi informasi yang digunakan adalah digital self-service kiosk untuk memastikan keteraturan antrean.

Selain itu, terdapat sistem guna merekam data hasil tes dan juga tanggal keberangkatan penerbangan.

Khusus hasil tes yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, juga dapat diintegrasikan dengan aplikasi eHAC (electronic Health Alert Card).

Makin lengkapnya layanan Airport Health Center ini, menurut dia, juga dapat mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.

Pemantauan angkutan Natal dan Tahun Baru di bandara-bandara PT Angkasa Pura II dilakukan pada tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Pada periode tersebut diperkirakan jumlah penumpang di bandara perseroan sekitar 2,1 juta penumpang.

Seluruh bandara perseroan mengaktifkan posko Natal dan Tahun Baru untuk meningkatkan 3C (coordination, collaboration, communication) di antara stakeholder.

Posko juga bertugas mengawasi operasional bandara, termasuk pemenuhan protokol kesehatan.