Genjot Transaksi Reksa Dana Bursa, BEI Akan Lepas Jenjang Harga

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengatur ulang jenjang perubahan harga maksimum atau maximum price movement, dari 10 kali menjadi tidak terbatas di pasar sekunder.

Hal itu diyakini dapat meningkatkan transaksi reksa dana bursa atau Exchange Trade Fund (ETF).

Menurut Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi bahwa reksa dana bursa atau ETF telah mengalami pertumbuhan secara signifikan dari sisi jumlah produk, dalam tiga tahun terahir ini menjadi sebanyak 45 produk.

“Tiga tahun lalu hanya 14 ETF dan saat ini sudah 45 ETF, terbanyak di banding bursa-bursa Asia Tenggara lainnya,” kata dia, dalam pelatihan wartawan melalui daring, Selasa (03/11/2020).

Meski demikian, jelas Hasan, dari sisi nilai transaksi masih perlu peningkatan.

Berdasarkan catatan BEI, pada pasar reguler di bulan Juni 2020, tercatat nilai transaksi ETF sebesar Rp5,3 miliar dan pada September 2020 tercatat sebesar Rp4,7 miliar.

“Untuk itu, ada beberapa inisiatif yang akan kami lakukan, seperti penerapan short selling creation yang memang sudah ada payung hukumnya melalui POJK dan perubahan kebijakan terkait maximum price movement,” kata dia

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan gencar melakukan pengenalan produk ETF kepada Investor, terutama untuk menarik minat investor untuk melakukan transaksi di pasar sekunder ETF.

“Walau memang ada peningkatan transaksi ditengah Pandemi, dimana tiap bulan ada rekor nilai transaksi ETF,” kata Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny menjelaskan, dengan perubahan jenjang harga maksimum menjadi tidak terbatas dari 10 jenjang, maka investor memiliki keleluasaan melakukan penawaran tanpa menunggu ada penawaran lebih tinggi atau lebih rendah.

“Kebijakan itu akan ada dalam perubahan II C,” ucap dia.