ROTI Catat Penurunan Laba 39 Persen Pada Kuartal III 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) pada akhir September tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp127,19 miliar, atau turun 39,92 persen dibanding akhir kuartal III 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp211,7 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2020 emiten makanan itu yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia, Jumat (23/10/2020).

Padahal, dalam laporan keuangan tersebut tertera total penjualan bersih pada akhir kuartal III tahun 2020 sebesar Rp2,44 triliun, atau turun 0,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp2,46 triliun.

Sementara beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp1,083 triliun atau turun 1,18 persen dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar Rp1,096 triliun.

Ditambah beban usaha yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun, atau naik 6,82 persen dibanding akhir Kuartal III 2019, yang tercatat sebesar Rp1,15 triliun.

Direktur ROTI, Arlina Sofia menjelaskan, perseroan senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia.

“Kami dapat menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian Pandemi Covid-19,” tulis Arlina dalam siaran pers.

Ia menjelaskan, pencapaian ini didukung oleh kinerja baik pada masing-masing kanal penjualan.

Kanal tradisional (General Trade) membukukan penjualan Rp701 miliar untuk 9 bulan tahun 2020, tumbuh kuat sebesar 22 persen YoY, sebagai hasil penerapan strategi di masa pandemi Covid-19 untuk fokus pada pasar potensial area pemukiman dengan memperkenalkan moda pemesanan produk melalui WhatsApp dan Chatbot.

Sementara itu, kanal modern (Modern Trade) pada 9 bulan tahun 2020 meraih penjualan sebesar Rp1.673 miliar dan tetap merupakan kontributor terbesar penjualan Perseroan.

“Pada masa pandemi Covid-19, kanal modern dapat mempertahankan penjualan khususnya periode Juli-September tahun 2020 sebesar Rp505 miliar yang relatif stabil dibandingkan periode April-Juni 2020, didukung inisiatif promo dan marketing yang efektif,” papar Arlina.

Untuk diketahui, perseroan telah menggelontorkan belanja modal sebesar Rp361,6 miliar atau sekitar 90,4 persen serapan dari rencana tahun 2020.

Belanja modal itu dianggarkan untuk pengembangan usaha, termasuk peningkatan kapasitas, penguatan jaringan distribusi, serta pembangunan pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan beroperasi komersial pada kuartal I tahun 2021.