Volume SUN Diperdagangan Jumat Lalu Tercatat Senilai Rp7,28 Miliar dari 37 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Senin (12/8/2019) menyebutkan, volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan Jumat (09/8) lalu, tercatat senilai Rp7,28 miliar dari 37 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan dengan volume perdagangan seri acuan senilai Rp3,28 triliun.

Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp2,02 triliun dari 60 kali transaksi di harga rata - rata 105,91% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0068 senilai Rp604,78 miliar dari 31 kali transaksi di harga rata - rata 104,75%.

Adapun dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp947,67 miliar dari 29 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi II Intiland Development Tahun 2016 Seri B (DILD02B) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagann terbesar, senilai Rp300 miliar dari 5 kali transaksi di harga rata - rata 100,26% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri B (ISAT03BCN2) senilai Rp201,20 miliar dari 3 kali transaksi di harga 100,75%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ditutup menguat sebesar 16,00 pts (0,11%) pada level 14194,00 per dollar Amerika setelah bergerak dengan mengalami pelemahan sepanjang sesi perdagangan pada kisaran 14175,00 hingga 14206,00 per dollar Amerika.

Penguatan nilai tukar rupiah tersebut terjadi ditengah mata uang regional  yang bergerak dengan arah yang beragam terhadap mata uang dollar Amerika.

Adapun yang memimpin penguatan mata uang regional didapati pada mata uang Peso Filipina (PHP) sebesar 0,31% dan diikuti oleh mata uang Yen Jepang (JPY) dan Rupiah Indonesia (IDR) masing-masing sebesar 0,19% dan 0,11%.

Sementara itu, mata uang yang mengalami pelemahan terbesar didapati pada mata uang Renminbi China (CNY) sebesar 0,22% dan diikuti oleh mata uang Won Korea Selatan (KRW) dan Rupee India (INR) yang keduanya melemah sebesar 0,08% terhadap Dollar Amerika.

Adapun imbal hasil dari US Treasury bergerak mengalami kenaikan. Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun pada perdagangan kemarin ditutup naik pada level 1,745% dan untuk tenor 30 tahun juga ikut mengalami penurunan di level 2,259%.

Sementara itu, imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dan Inggris (Gilt) dengan tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan, masing - masing di level –0,567% dan 0,445%.