Saham ZINC Menuju Rp850?

foto: istimewa

Pasardana.id - Divisi Riset PT Narada Kapital memproyeksikan saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) berada pada level Rp850 di tahun ini. Proyeksi itu seiring dengan asumsi pertumbuhan EPS sebesar 55% dengan EPS di tahun 2019 sebesar 7 dan PE tertinggi 22x.

“Maka harga wajar di tahun 2019 setelah stocksplit adalah Rp 850 (dari target sebelumnya Rp 647),” terang Head of Research Narada Kapital Kisowoyo Adi Joe, Rabu (19/6/2019).

Kiswoyo menambahkan, kapasitas produksi dengan flotasi kedua lebih besar dibandingkan dengan flotasi pertama yang akan meningkatkan penjualan.

“Sehingga harga saham ZINC akan menuju Rp 850,” ujarnya.

Di sisi lain, dengan menggunakan perhitungan CAGR dari tahun 2014 hingga 2018 didapatkan pertumbuhan pendapatan dengan nilai sekitar 55%.

Narada Kapital menggunakan pertumbuhan 55% untuk proyeksi pendapatan di tahun 2019 dan 2020 karena flotasi kedua akan selesai di Q2-2019 dan smelter Pb juga selesai di tahun 2019, sehingga ditargetkan pendapatan perusahaan dapat meningkat.

“Kemudian di tahun selanjutnya kami menggunakan pertumbuhan sebesar 10%-20% dengan selesainya pembangunan smelter Zn di tahun 2021, sehingga diasumsikan peningkatan pendapatan akan stabil,” imbuh dia.

Dengan melihat pendapatan Q1-2019, maka saat flotasi kedua selesai di Q2-2019, pendapatan di Q2 hingga Q4 2019 akan meningkat dengan asumsi 30%- 60% dibandingkan pendapatan pada Q1-2019, sehingga pendapatan di akhir tahun 2019 akan mencapai Rp 1,17 triliun dengan EPS 6,8.

Pada perdagangan hari ini, saham ZINC ditutup menguat 0,98 persen ke level Rp515 dari penutupan hari sebelumnya Rp510.