Investor Saham Syariah Hanya 5,2%, BEI Bidik Pertumbuhan 100%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Bursa Efek Indonesia (BEI) masih harus bekerja keras untuk meningkatkan industri pasar modal syariah. Pasalnya, hingga saat ini, jumlah investor syariah hanya 5,2% dari total investor saham.

“Masih ada ‘Pekerjaan Rumah’ dalam pengembangan pasar modal syariah, Misalnya, dari sebanyak 900 ribu investor saham, hanya 5,2% yang merupakan investor syariah,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Padahal, jelas dia, 87% dari total penduduk Indonesia beragama Islam, dengan nilai keuangan syariah tercatat sebesar USD82,33 miliar atau 8% dari total keuangan dan nilai pasar modal syariah tercatat sebesar USD44,97 miliar atau 15% dari total nilai pasar modal syariah.

Untuk itu, pihaknya akan menggenjot pertumbuhan investor syariah hingga mencapai 100% pada tahun 2019 ini.

“Tahun 2018, pertumbuhan investor 92% menjadi 44.536. Maka tahun ini, angka pertumbuhan minimal sama bahkan bisa 100%,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendekatan melalui komunitas terkait, seperti organisasi keagamaan.

“Misalnya, kami melakukan sosialisasi ke NU, Muhammadiyah, dan Masyarakat Ekonomi Syariah,” jelas Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, untuk mendorong peningkatan pasar modal syariah maka seluruh Anggota Bursa (AB) diharapkan menyediakan wahana perdagangan efek syariah atau SOTS (Sistem Online Trading Syariah).

“Saat ini, baru 13 AB yang memiliki SOTS. Kedepan, kami harapkan semua AB memiliki SOTS,” harapnya.