Apple Dekati US$1 Triliun, Wall Street Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (10/5/2018) seiring terus meningkatnya nilai pasar saham Apple Inc, mendekati US$1 triliun atau sekitar Rp14 kuadriliun.

Dipicu rencana buyback saham dengan dana US$100 miliar yang diumumkan pekan lalu, saham Apple melonjak 1,43 persen hingga mencapai harga rekor US$190,04 per saham. Saham perusahaan teknologi yang berpusat di Cupertino, Kalifornia, Amerika Serikat, tersebut hanya perlu naik 7 persen lagi untuk menjadi perusahaan pertama di dunia yang bernilai US$1 triliun.

Peningkatan saham Apple, seperti dilaporkan Reuters, menjadi penyebab utama peningkatan indeks S&P 500 di Bursa Efek New York, AS, pada Kamis. Angka indeks naik 25,28 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 2.723,07.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga meningkat, melonjak 196,99 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 24.739,53. Sedangkan indeks komposit Nasdaq menguat 65,07 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 7.404,97.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2018 naik US$9,30, atau sekitar 0,7 persen, menjadi US$1.322,30 per ons.

Indeks dolar AS turun 0,41 persen menjadi 92,658 setelah peningkatan CPI (Consumer Price Index) AS hanya meningkat 0,1 persen pada April, di bawah ekspektasi. Rendahnya peningkatan CPI membuat pasar memperkirakan peningkatan suku bunga tidak akan dilakukan Federal Reserve AS pada Juni mendatang.

Seperti kondisi di Wall Street, bursa saham Eropa juga mengalami penguatan pada Kamis. Indeks STOXX 600 Eropa mengalami peningkatan 0,6 persen, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 38,45 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 7.700,97. Angka indeks terdukung peningkatan saham Royal Bank of Scotland sebesar 3,8 persen setelah bank tersebut sepakat membayar US$4,9 miliar untuk membuat terhentinya penyelidikan oleh otoritas AS akan penjualan sekuritas berbasis hipotek.

Jumlah yang dibayarkan RBS tersebut jauh di bawah ekspektasi. Para analis sebetulnya memperkirakan otoritas AS akan menjatuhkan denda sebesar US$12 miliar kepada RBS.  

Peningkatan indeks FTSE 100 menjadi terbatasi setelah saham BT Group anjlok 7 persen seiring rencana pengurangan karyawan besar-besaran yang dimiliki perusahaan telekomunikasi terbesar di Inggris tersebut. Sekitar 13.000 karyawan BT akan mengalami pemecatan dalam proses restrukturisasi.

Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 79,81 poin, atau sekitar 0,62 persen, menjadi 13.022,87. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 25,40 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.246,60. Sedangkan indeks Cac 40 di EuroNext, Paris, Perancis, menanjak 11,33 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 5.545,95.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3516 per pound. Sedangkan nilai tukar euro menguat 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1920 per euro.