Subsidi Pertanian Belum Sejahterakan Petani

foto : istimewa

Pasardana.id - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 mengalokasikan subsidi sektor pertanian sebesar Rp52 triliun. Angka ini terdiri dari subsidi pangan sebesar Rp22 triliun dan subsidi pupuk sebesar Rp30 triliun.

“Namun, anggaran ini belum meningkatkan produksi sektor pertanian," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Jakarta, belum lama ini.

Bahkan, Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengutarakan, pemberian subsidi ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini tidak diperoleh petani akibat pengelolaan anggaran subsidi di sektor pertanian khususnya pupuk dan benih diduga tidak beres.

“Saya menuntut pemeriksaan terhadap efektivitas pemberian subsidi di sektor pertanian, karena saya curiga anggaran subsidi tidak sampai ke tangan para petani," ujarnya.

Namun, Kementerian Pertanian (Kemtan) menilai peningkatan luas tanam pertanian telah dicapai kementerian tersebut daei 343.000 ha pada 2015 menjadi 990.000 ha pada 2015.

Selain itu, produksi jagung juga naik menjadi 8,4 juta ton setara Rp38,5 triliun pada 2015 dari 4,2 juta ton senilai Rp15,9 triliun pada 2014.

Pada sisi lain, anggaran sebesar Rp12,3 triliun telah dipakai untuk merehabilitasi irigasi tersier seluas 3,05 juta ha dan penyediaan alat mesin pertanian sebanyak 215.000 unit.