Penjualan Mercedes-Benz Turun 8,2 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Penjualan perusahaan otomotif Jerman Daimler Group mengalami penurunan pada September 2018 akibat permasalahan logistik terkait penerapan prosedur baru pengujian sistem pembuangan sisa pembakaran bahan bakar produksinya.

Menurut laporan yang dirilis Daimler pada Senin (8/10/2018), seperti dilansir Xinhua, penjualan Marcedes-Benz yang merupakan brand utama Daimler mencapai 202.819 unit pada September 2018, turun 8,2 persen bila dibandingkan dengan penjualan pada September 2017. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan Mercedes-Benz mencapai 1.175.087 unit, turun 0,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Di Eropa, penjualan Mercedes-Benz mencapai 91.609 unit pada September 2018, turun 9,4 persen. Penjualan Mercedes-Benz di Eropa untuk sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 688.956 unit, turun 4,7  persen.

Di Jerman yang merupakan pasar domestik Mercedes-Benz, penjualan pada September 2018 mencapai 22.780 unit atau turun 16,7 persen. Sedangkan untuk sembilan pertama 2018, penjualan Mercedes-Benz turun 5,6 persen menjadi 217.943 unit.

Secara keseluruhan penjualan Daimler untuk sembilan bulan pertama tahun ini turun 0,4 persen menjadi 1,8 juta unit.

Namun, dalam sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan Daimler di kawasan Asia Pasifik mencapai rekor 714.598 unit atau naik 8,1 persen. Penjualan Daimler terutama meningkat di pasar terbesarnya, yaitu di Tiongkok.

Penjualan Daimler di Tiongkok mencapai rekor penjualan bulanan pada September 2018, yaitu 54.632 unit atau meningkat 6,9 persen dari penjualan September 2017. Penjualan Daimler di Tiongkok untuk sembilan bulan pertama 2018 juga mencapai rekor, yaitu 500.707 unit, naik 13,1 persen dari penjualan periode tersebut pada 2017.

Saham Daimler yang ditransaksikan di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 1,82 persen pada Senin.