Meski Target Dipangkas, Pengamat : Realisasi Penerimaan Pajak Masih Bisa Meleset

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah memutuskan untuk memangkas target penerimaan perpajakan sebesar Rp50 triliun dari Rp1.498,9 triliun menjadi Rp1.450,9 triliun.

Berdasarkan RAPBN-P 2017 tersebut, pemerintah memangkas target penerimaan pada pajak penghasilan (PPh) non migas, pajak pertambahan nilai (PPn) dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Lebih rinci, PPh non migas dipangkas dari Rp751,77 triliun menjadi Rp722,2 triliun, PPn dari Rp493,89 triliun menjadi Rp475,8 triliun, dan PBB dari Rp17,29 triliun menjadi Rp15,41 triliun.

PPh non migas dipangkas dari Rp751,77 triliun menjadi Rp722,2 triliun, PPn dari Rp493,89 triliun menjadi Rp475,8 triliun, dan PBB dari Rp17,29 triliun menjadi Rp15,41 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi, penerimaan perpajakan sampai akhir tahun hanya akan mencapai Rp1.102,7 triliun atau sekitar 76 persen dari target RAPBNP 2017 yang sebesar Rp1.450,9 triliun. 

“Pasalnya, tahun lalu ada dua periode tax amnesty, sedangkan 2017 cuma satu tahap. Adapun di semester dua tahun ini tidak ada dorongan penerimaan pajak lagi," jelas Bhima.

Ditambahkan, dengan potensi melesetnya kembali penerimaan perpajakan, menurut Bhima, pemerintah perlu segera mencari sumber penerimaan lain, misalnya; perluasan objek kena cukai melalui ekstensifikasi dan menindaklanjuti basis data perpajakan dari tax amnesty. 

Pasalnya, sumber penerimaan perpajakan yang diincar pemerintah melalui amnesti pajak dan keterbukaan informasi tak dapat dilakukan dengan cepat.

“Bisa tiga sampai lima tahun baru masuk ke kas negara (pungutan pajaknya) karena proses penyidikan wajib pajak terkendala dengan jumlah sumber daya manusia pajak yang ada," jelas Bhima.

Sementara itu, Pengamat Pajak dari Danny Darussalam Tax Center, Bawono Kristiaji menilai, PPh dan PPn adalah kotributor penerimaan pajak. Jadi, jika kedua jenis pajak tersebut terganggu, otomatis target penerimaan pajak kita terganggu.

Dengan demikian, Bawono pun memproyeksi target penerimaan pajak hingga akhir tahun ini akan berada pada kisaran Rp1.226 triliun hingga Rp1.241 triliun.

“Artinya, proyeksi tersebut berada dibawah target penerimaan pajak yang sudah dipangkas pemerintah dalam RAPBNP 2017 yang sebesar Rp1.450,9 triliun," tandas Bawono.