BPS : Neraca Kembali Alami Tren Surplus

foto : istimewa

Pasardana.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2016 mengalami surplus sebesar USD 667,2 juta.

Dengan perincian; ekspor sepanjang April 2016 sebesar US$11,45 miliar, sedangkan nilai impor hanya US$10,78 miliar.

"Sudah ada tren surplus, meskipun nilainya belum (terlalu besar)," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo di kantor BPS, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Dijelaskan, ekspor terbesar berupa lemak dan minyak nabati senilai US$5,27 miliar diikuti ekspor bahan bakar mineral yang mencapai US$4,33 miliar.

Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$4,97 miliar atau memegang porsi 12,22% dari keseluruhan ekspor.

Di sisi lain, impor terbesar Indonesia berupa mesin dan peralatan mekanik yang mencapai US$6,81 miliar diikuti impor mesin dan peralatan listrik sebesar US$4,79 miliar.

Impor terbesar Indonesia berasal dari China atau sekitar US$9,65 miliar. Angka ini mencapai 25,76% dari keseluruhan total impor.

Tidak Ada Revisi Target PDB

Sementara itu, ditempat terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, belum ada faktor-faktor yang mengharuskan pemerintah melakukan revisi target PDB.

Menurutnya, target itu sebagai langkah untuk mendorong kementerian bekerja optimal di tengah perekonomian dunia tengah terpuruk.

"Kita mendorong target yang lebih baik, tapi kan ada faktor-faktor di luar kontrol kita. Faktor-faktor itu yang sebabkan kita lakukan revisi, tapi jangan belum apa-apa sudah kita lakukan revisi, supaya kementerian itu bekerja optimum," katanya.

Dia menuturkan, kabinet pemerintah saat ini telah melakukan banyak perbaikan yang fundamental dengan sejumlah paket kebijakan yang dikeluarkan. Namun, paket-paket itu memerlukan waktu untuk memperoleh respons dan manfaat yang berkelanjutan.

"Paket-paket ekonomi itu luar biasa progresifnya, masalah-masalah yang tidak tertangani selama ini dibereskan, tapi hasilnya tidak sekarang, perlu respons," tandasnya.