Per September 2015, Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp10,1 Triliun

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga akhir September 2015 meraih kontrak baru Rp10,1 triliun. Itu mencapai 54% dari target kontrak baru ADHI pada tahun ini Rp18,7 triliun. Adapun realisasi kontrak baru selama Januari 2015 - September 2015 telah melampaui realisasi perolehan kontrak baru ADHI sepanjang tahun 2014 sebesar Rp9,2 triliun.

 

Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan ADHI dalam keterangan tertulis ke BEI, Rabu (21/10) megatakan, 90% kontrak baru dari lini bisnis konstruksi, dan 10% dari lini bisnis lainnya. Kontrak yang diperoleh pada September 2015 adalah proyek Tol Ngawi-Kertosono paket 2 dan 3 senilai Rp1,3 triliun, dan pekerjaan irigasi AMS Rp221,4 miliar.

 

Ditinjau dari kategori sumber dana, papar Syahgolang, sekitar 34,6% kontrak baru perseroan berasal dari perusahaan swasta dan lainnya. Sementara dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 23,5%, dan proyek pemerintah yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) sekitar 41,9%.

 

Adapun perolehan kontrak baru berdasarkan tipe pekerjaan, lanjut Syahgolang, terdiri atas proyek pembangunan gedung sebanyak 60,4%, proyek pembangunan jembatan sebesar 28,2%, sedangkan proyek dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 11,4%.

 

Tahun ini, manajemen ADHI menargetkan pendapatan dan laba, masing-masing sebesar Rp13,8 triliun dan Rp505 miliar. Hingga semester I 2015, ADHI mencatat pendapatan Rp3,21 triliun, naik 0,60% dibanding Rp3,19 triliun pada periode sama 2014. Adapun laba perseroan tumbuh 17,56% menjadi Rp70,44 miliar, dari Rp59,91 miliar. (konrad)