See More

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00

22 Mei 2026, 15:42
surat utang negara|Analis Fixed Income MNC Securities|lelang SUN|imbal hasil SUN|I Made Adi Saputra|SUN berdenominasi Dollar AS
Oleh: Ivan

foto : istimewa
Pasardana.id - Tren kenaikan imbal hasil surat utang global diperdagangan Kamis (27/10) kemarin, juga turut mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika.
Perubahan imbal hasil berkisar antara 1 - 8 bps dengan kenaikan imbal hasil yang cukup besar terjadi pada tenor panjang. Imbal hasil dari INDO-20 mengalami kenaikan kurang dari 1 bps di level 2,309%. Sementara itu, imbal hasil dari INDO-26 dan INDO-46 masing - masing mengalami kenaikan sebesar 6 bps di level 3,474% dan 4,523% setelah mengalami koreksi harga sebesar 50 bps dan 100 bps, papar analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id , di Jakarta, Jumat (28/10/2016).
Lebih lanjut I Made mengungkapkan, imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup naik pada level 1,85% dari posisi penutupan sebelumnya di level 1,794% dimana sempat menyentuh level 1,87% yang merupakan level tertingginya sejak 31 Mei 2016.
Sementara itu, imbal hasil surat utang Jerman (Bund) juga ditutup naik pada level 0,168% dari posisi penutupan sebelumnya di level 0,084% serta imbal hasil surat utang Jepang yang ditutup naik pada level -0,06% sebagai respon atas pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) yang menyatakan bahwa BOJ tidak akan menambah jumlah QE yang telah dilakukannya.
Dengan minimnya sentimen dari dalam negeri, maka kami perkirakan pergerakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini, Jumat (28/10), juga akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, tandas I Made.