See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
mentan andi amran sulaiman|Program MBG|petani
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut memiliki peran yang krusial dalam menyerap (offtaker) hasil produksi pertanian dalam negeri.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman mengatakan, bahwa program MBG ini tak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian penting dalam ekosistem pertanian nasional yang menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat secara langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran usai berdiskusi dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta pada hari Rabu (06/5).
Kata Mentan, integritas ini menciptakan jembatan antara produksi petani dan kebutuhan konsumsi masyarakat secara langsung.
Dengan demikian, MBG tidak hanya menjamin kepastian pasar bagi petani, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas harga di tingkat produsen.
Program MGB sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo, dalam memastikan hasil produksi pertanian dapat terserap secara optimal.
Program ini ditekankan sebagai solusi strategis untuk memberikan kepastian pasar bagi petani.
"Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci ya. MBG itu menjadi offtaker 165 juta petani. Saya ulangi, MBG berdiri itu menjadi offtaker petani 165 juta petani Indonesia," ujar Mentan.
Selain meningkatkan serapan hasil pertanian, program itu juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di desa karena aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi terjadi secara terintegrasi dalam satu rantai.
Amran menyebut, dampak positif tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan yang mengalami peningkatan seiring meningkatnya permintaan dari program pemerintah tersebut.
Ia menambahkan, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga generasi muda yang memperoleh asupan gizi lebih baik sehingga diharapkan menjadi lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
"Itu akan (membuat) anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi. Kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat," ucap Amran.
Lebih lanjut dia juga menegaskan, pelaksanaan program itu tidak memiliki kepentingan politik, melainkan murni bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih kuat.
"Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri (MBG). Pemilu 2029 enggak ada hubungannya. Benar enggak? Enggak bisa memilih kan di 2029? Artinya, ingin betul-betul untuk rakyat Indonesia mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh, lebih cerdas," tukas Mentan.