See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
Menteri PKP|Maruarar Sirait|Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)|bantuan umkm
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau lokasi dan meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Surabaya pada Minggu (03/5).
Hal tersebut sebagai bagian dari percepatan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program BSPS di Jawa Timur tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan total penerima mencapai 33 ribu kepala keluarga (KK).
Angka tersebut naik drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3.000 unit.
“Peningkatannya sangat besar, tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur mencapai 33.000 rumah,” kata Menteri yang akrab disapa Ara ini.
Mengutip_ Antara_ disebutkan, dalam program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah.
Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta digunakan untuk upah tenaga kerja.
Menurut Ara, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dengan asumsi setiap pembangunan rumah melibatkan tiga pekerja, maka BSPS berpotensi menyerap hingga 99 ribu tenaga kerja.
“Kalau 33 ribu rumah dikerjakan tiga orang, berarti hampir 99 ribu tenaga kerja terlibat. Ini dampaknya besar terhadap ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya meninjau BSPS, Menteri PKP juga menyosialisasikan program pemberdayaan ekonomi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNM Mekar, yang menyasar pelaku usaha ultra mikro, terutama kaum perempuan.
Ia menilai, banyak perempuan di Surabaya menunjukkan ketangguhan dalam menopang ekonomi keluarga melalui usaha kecil dengan penghasilan berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Dari total penerima BSPS di Jawa Timur, sekitar 1.200 KK berasal dari Kota Surabaya, dengan lebih dari separuhnya telah terverifikasi.
Dari 1.200 penerima di Surabaya, sekitar 600 sudah terverifikasi hingga awal Mei dan akan percepat agar sesuai target.