See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara|ceo|Badan Usaha Milik Negara (BUMN)|Danantara Indonesia
Oleh: Dadag

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa, peran CEO menjadi faktor penting dalam memastikan arah dan keberhasilan transformasi perusahaan.
“Seorang CEO, dia harus tahu current situation daripada company-nya dan dia men-design future outlook daripada perusahaannya,” ujar Dony, dalam keterangan pers, Senin (4/5/2026).
Dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I yang diselenggarakan pada, Senin (4/5), Dony menjelaskan, bahwa kepemimpinan tidak hanya dituntut memahami kondisi perusahaan saat ini, tetapi juga mampu merumuskan visi masa depan secara jelas.
Visi tersebut perlu dibangun dari pemahaman yang kuat, sekaligus dikomunikasikan secara efektif agar dapat dipahami oleh seluruh organisasi.
Lebih lanjut, Dony menekankan, bahwa perubahan hanya dapat berjalan optimal melalui kombinasi pendekatan top-down dan buy-in process.
Instruksi dari pimpinan harus diiringi dengan upaya membangun pemahaman dan keyakinan bersama di seluruh level organisasi.
“Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi at the same time perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in proses,” jelasnya.
Menurutnya, transformasi tidak cukup hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dipahami dan dijalankan secara kolektif oleh seluruh insan perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemimpin dalam eksekusi transformasi.
Tanpa kepemimpinan yang hadir, risiko kegagalan transformasi akan semakin besar.
“Dia memimpin sendiri eksekusi. 70% daripada transformasi itu gagal. Hanya 30% yang berhasil. Kenapa? Key-nya apa? Pemimpin. Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan fail,” tegasnya.
Diketahui, BP BUMN dan Danantara Indonesia terus mendorong penguatan kepemimpinan BUMN agar setiap transformasi berjalan dengan visi yang jelas, komunikasi yang efektif, serta eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan, guna memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.