See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
pelemahan rupiah|nilai tukar rupiah|gejolak nilai tukar rupiah|Bank Indonesia
Oleh: Issa

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Pelemahan nilai tukar rupiah masih terus berlangsung.
Pada hari ini, rupiah bertengger di level sekitar Rp17.500 per USD.
Kondisi itu pun membuat Bank Indonesia memberi respons.
Setidaknya, ada enam poin yang menjadi catatan Bank Indonesia seperti yang dirilis hari ini (12/5/1026).
Berikut enam poin yang diaampaikan Bank Indoneska melalui Depatemen Komunikasinya.
Tekanan Rupiah dalam hari ini meningkat karena karena di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global;
Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman seperti untuk pembayaran ULN dan pembayaran deviden serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar ASdi pasar domestik;
BI akan terus berkomitmen utk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah;
BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik, yang tercermin dari inflows, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp61.6 triliun.
Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga cukup tinggi dengan pertumbuhan DPK valas di akhir Maret mencapai 10,9% ytd.
BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya.