Indeks Kospi Merosot 1,61 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 94,33 poin, atau sekitar 1,61 persen, pada Kamis (9/4/2026), menjadi 5.778,01.
Volume perdagangan mencapai 1 miliar saham senilai 29,4 triliun won atau sekitar US$19,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 509 berbanding 356.
Setelah sempat menguat dipicu kesepakatan perdamaian untuk dua pekan ke depan antara Amerika Serikat dan Iran, indeks Kospi kembali turun hari ini akibat adanya perbedaan pandangan terkait terus berlangsungnya serangan udara Israel ke Lebanon.
“Di tengah perkembangan terbaru, kekhawatiran kembali tertutupnya Selat Hormuz timbul, sehingga harga minyak dunia naik dan para investor diliputi kekhwatiran,” kata Lee Kyoung-Min, seorang peneliti di Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
“Dengan berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, eskalasi ketegangan dapat terjadi. Meski AS dan Iran sepakat gencatan senjata, namun kedua pihak masih memiliki beberapa hal yang belum menemui titik temu,” kata Kim Seok-Hawan, analis Mirae Asset Securities.
Investor asing melepas saham senilai 874 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 298 miliar won dan 206 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 3,09 persen dan 3,39 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan Hyundai Rotem masing-masing merosot 2,22 persen dan 1,69 persen.
Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing melambung 2 persen dan 6,69 persen. Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom dan LG Uplus masing-masing meningkat 5,39 persen dan 0,37 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 11,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.482,5 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,72 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia nak 21,4 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 8.973,2. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand menguat. Bursa Filipina tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Tha Day of Valor.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 28,83 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 3.966,17.

