ANALIS MARKET (09/4/2026): IHSG Cenderung Menguat Terbatas
Pasardana.id - Pada perdagangan kemarin (8/4), IHSG ditutup menguat +308,18 poin (+4,42%) ke level 7.279,21.
IHSG kembali menguat (rebound) seiring keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan status Indonesia dalam kelompok secondary emerging market, yang memberikan sentimen positif bagi investor.
Meskipun demikian, kondisi ekonomi domestik menghadapi tantangan berupa penurunan cadangan devisa ke angka US$148,2 miliar pada Maret 2026, level terendah sejak pertengahan 2024 akibat upaya Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Di sisi lain, tekanan eksternal mulai mereda setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendingin lewat kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu serta pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+2,85%), S&P 500 (+2,51%), & Nasdaq (+2,80%).
Penguatan tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif dari sektor teknologi dan maskapai, meski sempat tertahan oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Lonjakan spekulatif saham-saham AI seperti Nvidia dan Meta, ditambah dengan laporan laba positif dari Delta yang didorong oleh harapan membaiknya pasokan bahan bakar jet, menjadi penopang utama indeks.
Di saat yang sama, penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi membantu menjaga selera risiko investor, meskipun pasar tetap dibayangi oleh risiko stagflation dari risalah FOMC serta ancaman Teheran yang dapat mengganggu kembali jalur perdagangan energi di Selat Hormuz akibat pelanggaran gencatan senjata.
“Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor akan terus mencermati perkembangan gencatan senjata AS-Iran yang akan mempengaruhi pergerakan minyak mentah dunia (WTI & Brent),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (09/4).

