Latinusa Jaga Asa Perolehan Laba
Pasardana.id - Setelah beberapa tahun belakang mengalami kerugian, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (IDX: NIKL) atau Latinusa berhasil membukukan laba bersih.
Itu terjadi pada 2025 dengan nilai US$973.386.
Pencapaian itu pun mendorong optimisme manajemen Latinusa untuk terus meraup laba.
Seperti yang disampaikan Direktur Utama Latinusa Jetrinaldi dalam paparan publik yang berlangsung hari ini (Rabu, 8/4/2026).
Menurut Jetrinaldi, pihaknya sudah menerapkan strategi mitigasi atas kondisi industri tinplate belakangan ini.
Kondisi yang dimaksud perihal maraknya impor dari China dan Korea yang pada akhirnya menekan harga tinplate.
"Atas kondisi itu, kami melakukan efisiensi pengadaan bahan baku, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya usaha, hingga pengelolaan risiko kurs dan beban bunga," kata Jetrinaldi.
Di sisi lain, dia juga melihat adanya peluang dari konflik Timur Tengah yang justru mengerek harga plastik.
Dari situ, Jetrinaldi menilai, harga tinplate bisa kompetitif sebagai substitusi.
Selain itu, lanjut dia, biaya logistik yang juga terdampak konflik Timur Tengah diharapkan bisa menekan impor.
"Sekaligus kami mengharapkan pemerintah untuk memperketat pengawasan impor agar harga tinplate bisa kembali bersaing," ucap Jetrinaldi.
Sambil melihat perkembangan yang ada, Jetrinaldi pun menegaskan, pihaknya masih menerapkan strategi menekan biaya bahan baku dan meningkatkan efisiensi produksi sehingga harga jual lebih kompetitif.
Manajemen menyebut dampak positif dari strategi tersebut sudah mulai terlihat pada peningkatan permintaan awal 2026.
Sebagai informasi, sepanjang 2025, Latinusa meraup penjualan US$139,8 juta.
Walaupun nilainya turun dari tahun sebelumnya, Latinusa berhasil menekan berbagai beban sehingga bisa membukukan laba US$973,386 dari sebelumnya rugi US$18.852.

