See More

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00

22 Mei 2026, 15:42

22 Mei 2026, 15:30

22 Mei 2026, 15:12

22 Mei 2026, 14:49
Presiden Prabowo Subianto|proyek hilirisasi|hilirisasi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Sebanyak 13 proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan simbolis melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
Seluruh proyek tersebut disebutkan memiliki nilai investasi senilai Rp116 triliun, yang mencakup 5 sektor energi, 5 sektor mineral, dan 3 sektor pertanian.
"Groundbreaking hilirisasi tahap ke-2 yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp 116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” sebut Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Di antara 13 proyek tersebut mencakup pengembangan kapasitas kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, yang diproyeksikan bisa menekan ketergantungan impor bensin hingga 2 juta kiloliter per tahun.
Kemudian pengembangan terminal BBM yang diproyeksikan menambah kapasitas hingga 153 ribu kiloliter.
Lalu terdapat proyek hilirisasi batubara menjadi Dimetil Eter atau DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Melalui proyek tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap impor LPG.
Peletakan batu pertama ke-13 proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari program hilirisasi Fase I yang telah dilaksanakan pada Februari 2026.
Pada fase pertama, proyek hilirisasi mencakup enam proyek strategis di sektor mineral, energi, dan agroindustri dengan nilai investasi mencapai USD 7 miliar.
Berikut daftar lengkap 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II sebagai beriktut: 1. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Dumai. 2. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap (Jawa Tengah) 3. Pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur) 4. Pembangunan tangki operasional BBM di Biak (Papua) 5. Pembangunan tangki operasional BBM di Maumere (Nusa Tenggara Timur) 6. Fasilitas pengolahan batubara menjadi DME di Tanjung Enim (Sumatera Selatan) 7. Pengembangan fasilitas manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah) 8. Pengembangan fasilitas produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon (Banten) 9. Ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton di Karawang (Jawa Barat) 10. Hilirisasi tembaga dan emas di Gresik (Jawa Timur) 11. Pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei (Sumatera Utara) 12. Fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah (Maluku) 13. Fasilitas terpadu kelapa di Maluku Tengah (Maluku)