See More

06 Mei 2026, 19:51

06 Mei 2026, 18:15

06 Mei 2026, 18:13

06 Mei 2026, 17:10

06 Mei 2026, 16:58

06 Mei 2026, 16:38
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 92,03 poin, atau sekitar 1,38 persen, pada Kamis (30/4/2026), menjadi 6.598,87.
Volume perdagangan mencapai 676,2 juta saham senilai 34,7 triliun won atau sekitar US$23,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 666 berbanding 193.
Angka indeks menguat di awal sesi perdagangan setelah Samsung Electronics mencatatkan rekor perolehan laba kuartalan pada periode tiga bulan pertama tahun ini. Namun indeks Kospi kemudian melemah dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor dan kekhawatiran berlarutnya konflik di Timur Tengah.
Selain itu, sentimen negatif juga ditimbulkan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga.
“Sentimen pasar memburuk usai nota pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan perilaku hawkish,” kata Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing melepas saham senilai 1,45 triliun won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 1,19 triliun won dan 283,8 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 2,43 persen dan 0,54 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing anjlok 4,5 persen dan 3,25 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing merosot 2,64 persen dan 2,39 persen. Saham perusahaan robotika Doosan Robotics dan agensi artis Kpop Hybe masing-masing melambung 7,83 persen dan 4,16 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 4,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.483,3 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,27 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 21,2 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 8.665,8. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Singapura menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 4,65 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 4.112,16. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 335,31 poin, atau sekitar 1,28 persen, menjadi 25.776,53.