See More

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00

22 Mei 2026, 15:42
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (24/4), IHSG ditutup melemah - 249,12 poin (-3,38%) ke level 7.129,49. IHSG melanjutkan pelemahan lima hari berturut-turut dengan total pelemahan sebesar -6,76% didorong minimnya katalis positif domestik dan arus dana asing yang konsisten mencatatkan net foreign sell di pasar domestik. Saham-saham perbankan sepekan terakhir terus terjadi net foreign sell, misalnya BBCA (-Rp2,39 triliun), BBRI (-Rp1,81 triliun), dan BMRI (-Rp1,16 triliun). Net foreign sell ini terjadi seiring outlook negative terhadap perbankan raksasa RI dari Fitch Ratings. Di saat yang sama, sepekan terakhir Rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,52% terhadap dollar AS menjadi Rp17.278 (JISDOR). Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, seperti DJIA (-0,16%), S&P 500 (+0,80%), & Nasdaq (+1,63%). Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing berakhir pada level tertinggi sepanjang sejarah pada Jumat, didorong oleh harapan bahwa negosiasi damai antara AS dan Iran bisa segera dilakukan di Pakistan. Laporan menyebut bahwa menteri luar negeri Iran akan bertemu dengan perantara Pakistan di Islamabad, yang memicu optimisme terhadap kembalinya negosiasi dengan Washington. Presiden Donald Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu antara Israel dan Lebanon, yang memperkuat sentimen risiko pasar. “Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif namun cenderung melemah (mixed to lower), seiring adanya kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar Rupiah, berlanjutnya net foreign sell, dan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (27/4).