daya beli masyarakat|belanja|Mandiri Spending Index|Office of Chief Economist Bank Mandiri
Oleh: Adi

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Aksi belanja masyarakat setelah periode Idulfitri 2026, masih melanjutkan normalisasi.
Mengacu data Mandiri Spending Index di minggu kedua April 2026, atau sekitar tiga pekan setelah periode libur Lebaran, belanja melambat -1,0% (wow) ke level 122,7.
Menurut Office of Chief Economist Bank Mandiri, Senin (20/5/2026), penurunan tersebut lebih dalam dibanding minggu sebelumnya (-0,3%), dan juga di periode yang sama di 2025 (-0,8%).
Bank Mandiri mengungkapkan, perlambatan belanja merata di seluruh wilayah.
Rinciannya, belanja turun 1,3% (wow) di Sumatra, diikuti Jawa, Kalimantan, Maluku & Papua (masing-masing -1,0%), dan Sulawesi (-0,8%). Di sisi lain, belanja di Balnusra cukup stabil.
Secara umum, kata Office of Chief Economist Bank Mandiri, pertumbuhan belanja di hampir seluruh wilayah di pasca Ramadan 2026 lebih rendah dibanding di tahun lalu.
Sementara itu, belanja mobilitas jarak jauh meningkat.
Hampir seluruh jenis belanja mencatat perlambatan mingguan (wow), dengan penurunan paling dalam pada fashion (-3,3%), beauty care (-2,4%), dan supermarket (-1,8%).
Di sisi lain, beberapa jenis belanja masih tumbuh secara mingguan, dan umumnya terkait dengan perjalanan seperti airlines (+1,1%), travel (+1,0%), hotel (+0,1%), dan hiburan (+0,1%).
Adapun kelompok menengah menopang belanja.
Di sini, belanja kelompok menengah di periode Ramadan-Lebaran 2026 meningkat hingga 4,1% dibanding rata-rata belanja di pra-Ramadan, lebih tinggi 1,6 hingga 2 kali dibanding belanja kelompok lainnya.
"Ke depan, kami perkirakan kelompok ini kembali akan menjadi penopang utama konsumsi, seiring cukup stabil-nya kapasitas keuangan, terutama di beberapa periode libur panjang nanti," bunyi riset Office of Chief Economist Bank Mandiri.