LPG|bbm|ESDM|negosiasi|bahlil lahadalia|Prabowo Subianto|pertemuan bilateral|Vladimir Putin

Bahlil Ungkap Negosiasi RI-Rusia Terkait Pasokan BBM dan LPG Dapat Hasil Yang Baik

Oleh: Ronal

15 April 2026, 08:56
Bahlil Ungkap Negosiasi RI-Rusia Terkait Pasokan BBM dan LPG Dapat Hasil Yang Baik

foto: dok. Sinar Mas Land

Pasardana.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev di Moskow, Rusia pada Selasa (14/4) waktu setempat.

Pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin sehari sebelumnya, dalam sebuah diplomasi politik terkait ketahanan energi nasional di tengah krisis akibat konflik di Timur Tengah.

Diakui Bahlil, bahwa hasil dari pertemuan kedua petinggi negeri tersebut cukup memuaskan.

Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu, juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil.

Bahlil yang turun langsung mendampingi Presiden Prabowo, mengungkap sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.

Dimana dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Diketahui, bahwa pihak Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, salah satunya suplai minyak dan gas bumi dan penyimpanan (storage).

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.

Adapun dalam kerja sama ini, kata Bahlil, dijajaki melalui skema antarpemerintah Government to Government atau G2G maupun business-to- business (B2B), yang diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.

Sementara itu, Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude , pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan pengembangan energi nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," tegasnya.

Adapun hasil pertemuan dari pemimpin kedua negara ini, ungkap Bahlil, memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Ia menilai, kemitraan dengan Rusia dapat menjadi salah satu opsi penting, mengingat kapasitas produksi energi negara tersebut yang besar serta pengalamannya dalam industri minyak dan gas.

"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi, saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik," jelas Bahlil.

Sementara itu, Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev menyatakan, bahwa pihaknya siap membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi.

"Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan, dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir, ujar Sergey Tsivilev.

Diketahui, di tengah volatilitas pasar energi dunia yang dipengaruhi faktor geopolitik dan fluktuasi produksi, Pemerintah Indonesia berupaya maksimal mencari sumber alternatif.

Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi yang dapat diandalkan sekaligus mitra potensial untuk kerja sama jangka panjang.

Pemerintah juga memandang kalau Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan menjaga kepentingan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di panggung global.

Berita Terkini

See More