Indeks Kospi Terjun 5,96 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 333 poin, atau sekitar 5,96 persen, pada Senin (9/3/2026), menjadi 5.251,87.

Volume perdagangan mencapai 1 miliar saham senilai 33 triliun won atau sekitar US$22 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 847 berbanding 73.

Korea Exchange sempat menghentikan sementara perdagangan saham di pagi hari selama 20 menit setelah angka indeks mengalami penurunan 8 persen selama semenit.

Ini adalah kali kedua penghentian sementara perdagangan saham dilakukan di Bursa Korea sejak pekan lalu, setelah indeks Kospi sempat terjun 12,06 persen, penurunan harian tertajam sejak 12 September 2001, sehari setelah terjadinya serangan teroris 11 September di Amerika Serikat.

Penghentian sementara perdagangan saham terjadi dua kali dalam sebulan terakhir terjadi pada Maret 2020, ketika pandemi COVID-19 menyebar secara global.

Tak lama setelah pembukaan bursa, Korea Exchange melakukan pembekuan sell orders untuk lima menit. Kondisi tersebut terjadi ketika indeks Kospi 200 Futures bergerak 5 persen atau lebih dalam jangka waktu semenit.

“Akibat terjadinya panic selling, indeks Kospi kemungkinan besar akan meninggalkan level 5.000,” kata Han Ji-Young, periset Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Menurut Han, pergerakan angka indeks selanjutnya akan sangat bergantung terhadap pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak dunia melampaui US$100 per barel akibat blokade yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.

“Volatilitas yang terjadi di pasar saham dipicu melonjaknya harga minyak dunia melampaui US$100 per barel, kata Lee Kyoung-Min, periset Daishin Securities.

Menurut Lee, pelemahan indeks Kospi terbatasi aksi beli yang dilakukan investor ritel.

Investor ritel meraup saham senilai 4,62 triliun won, sedangkan investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 3,18 miliar won dan 1,53 triliun won.

Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing turun 5,36 persen dan 0,77 persen. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 7,81 persen dan 9,52 persen.

Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing merosot 3,26 persen dan 3,59 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing anjlok 4,77 persen dan 5,24 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 19,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.495,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 3,56 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 252 poin, atau sekitar 2,85 persen, menjadi 8.599. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 27,59 poin, atau sekitar 0,67 persen, menjadi 4.096,6. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 348,83 poin, atau sekitar 1,35 persen, menjadi 25.408,46.