Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Jumat (6/3/2026). Angka indeks hanya bergerak naik 0,97 poin dari sesi sebelumnya menjadi 5.584,87.

Volume perdagangan mencapai 1,2 miliar saham senilai 31,2 triliun won atau sekitar US$21,2 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 524 berbanding 360.

Angka indeks berakhir datar seiring meningkatnya ketertarikan para investor terhadap saham sektor otomotif dan pertahanan di tengah berlangsungnya konflik di Timur Tengah.

“Indeks Kospi tampaknya mengalami penyesuaian setelah melambung sekitar 10 persen pada sesi sebelumnya. Meski terjadi volatilitas, namun aksi beli para investor membuat angka indeks masih berada di kisaran 5.500,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor ritel meraup saham senilai 2,9 triliun won, sedangkan investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 1,1 triliun won dan 1,9 triliun.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,91 persen, sedangkan saham perusahaan manufaktur suku cadang mobil Hyundai Mobis melonjak 2,78 persen.

Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan LIG Nex1 masing-masing melambung 7,24 persen dan 9,31 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan POSCO Future M masing-masing meningkat 1,62 persen dan 3,61 persen.

Saham perusahaan pengembang video game NCSOFT dan Netmarble masing-masing melambung 4,89 persen dan 11,34 persen. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,77 persen dan 1,82 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 8,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.476,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,12 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 89,3 poin, atau sekitar 1 persen, menjadi 8.851. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Singapura dan Malaysia menguat.

Indeks Shangahi Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 16,49 poin, atau sekitar 0,4 persen, menjadi 4.125,06.