Kemenkeu Masih Terus Pantau Risiko Global Dampak Perang AS-Israel dengan Iran

Foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyatakan, pihak Kementerian Keuangan akan terus memantau risikio global imbas dari perang antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran.

Diketahui, perang tersebut kemudian berujung pada penutupan Selat Hormuz, Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Sabtu, 28 Februari lalu sebagai aksi balasan atas serangan militer gabungan AS.

Disampaikan Fabrio, konflik ini menimbulkan risiko gangguan terhadap rantai pasok global, terutama pasokan energi dan minyak bumi, serta peningkatan volatilitas pasar keuangan global menjadi perhatian utama.

Menutut dia, ketegangan perdagangan global juga berpotensi menekan kinerja ekspor nasional melalui pelemahan permintaan eksternal dan peningkatan biaya logistik.

“Pemerintah terus memantau secara cermat dinamika geopolitik global serta berbagai risiko yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional," katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (2/3).

Fabrio bilang, fundamental eksternal Indonesia tetap baik yang tercermin dari kinerja neraca perdagangan masih mencatatkan surplus selama 69 bulan berturut-turut.

Dirinya memastikan, Pemerintah terus mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) secara hati-hati agar defisit tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"APBN akan terus dikelola secara hati-hati, termasuk dengan menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah 3% PDB,” ujar Febrio.

Tak hanya itu, pemerintah juga turut memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui percepatan keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor bernilai tambah, serta diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional guna memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks," bebernya.