Indeks Kospi Terjun 3,22 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 181,75 poin, atau sekitar 3,22 persen, pada Kamis (26/3/2026), menjadi 5.460,46.

Volume perdagangan moderat mencapai 902,9 juta saham senilai 24,1 triliun won atau sekitar US$15,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 662 berbanding 226.

Angka indeks mengalami penurunan tajam dipicu ketidakpastian perdamaian antara Amerika Serikat dan Israel.

“Ketidakpastian situasi di Timur Tengah dan pelemahan saham semikonduktor membuat indeks Kospi merosot,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham semikondutor melemah usai Google merilis algoritma kompresi AI baru, Turbo Quant, yang memicu kekhawatiran melemahnya permintaan chip memori.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 3,1 triliun won dan 338,7 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 3,06 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hyix masing-masing terjun 4,71 persen dan 6,23 persen. Saham perusahaan kimia Lotte Chemical naik 0,88 persen.

Saha perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Holdings masing-masing melonjak 1,87 persen dan 1,41 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 7,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.507 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,46 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 8,6 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.525,7. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Singapura menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 42,75 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 3.889,09.