Di Tengah Ketegangan AS–Iran, Upbit Indonesia Ingatkan Investor Kripto untuk Hindari Keputusan Impulsif

foto: CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi (dok. Upbit Indonesia)

Pasardana.id – Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi dunia serta pergerakan berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto.

Dalam kondisi ketidakpastian global seperti saat ini, sentimen investor cenderung lebih sensitif terhadap perkembangan berita dan kebijakan internasional.

Ketegangan geopolitik dapat memengaruhi likuiditas global, meningkatkan volatilitas pasar, serta mengubah preferensi investor terhadap aset yang dianggap lebih aman atau berpotensi sebagai lindung nilai.

Di tengah dinamika tersebut, aset kripto semakin dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar kripto menunjukkan respons yang signifikan.

Harga Bitcoin sempat menyentuh kisaran USD 73.000 pada pertengahan Maret 2026, meski kemudian mengalami koreksi ke level USD 71.000-an seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian global, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Fenomena ini memperkuat narasi bahwa aset digital semakin dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi investasi di tengah tekanan global, meskipun tetap disertai volatilitas yang tinggi.

Pergerakan harga aset digital sering kali merespons perkembangan berita global secara cepat, sehingga investor perlu memahami berbagai faktor makroekonomi yang dapat memengaruhi pasar.

Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menjelaskan bahwa investor perlu memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor global yang dapat memengaruhi pasar kripto.

"Ketegangan geopolitik dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar global dan memengaruhi berbagai kelas aset, termasuk kripto. Dalam situasi seperti ini, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, memahami dinamika pasar, serta menghindari keputusan investasi yang impulsif akibat sentimen jangka pendek," ujar Resna, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Menurutnya, pendekatan investasi yang bijak menjadi kunci utama, terutama ketika pasar bergerak sangat cepat mengikuti perkembangan global.

Investor disarankan untuk memprioritaskan edukasi, memahami profil risiko masing-masing, serta mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang.

Resna juga menekankan pentingnya bagi investor untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi ekonomi global, perkembangan regulasi, serta tren pasar kripto.

Dengan pemahaman yang baik terhadap faktor-faktor tersebut, investor dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

“Sebagai platform perdagangan aset kripto yang beroperasi secara resmi di Indonesia, Upbit Indonesia terus berkomitmen mendorong literasi dan pemahaman masyarakat mengenai investasi aset digital. Melalui berbagai inisiatif edukasi dan penyediaan informasi yang transparan, Upbit Indonesia berharap, masyarakat dapat semakin memahami peluang sekaligus risiko dalam berinvestasi di pasar kripto. Di tengah ketidakpastian global, pendekatan investasi yang disiplin, berbasis pengetahuan, dan berorientasi jangka panjang menjadi langkah penting bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang,” beber Resna.